Laman

Jumat, 08 Oktober 2010

LAAP LEEP "LOOP"

Setelah kita pergi ngeliad Sean Kingstone, kini cerita berlanjut dengan acara jalan ke LOOP. Salah satu tempat nongkrong mahal yang ada di Surabaya. Lihat aja yang dijual, gg ada makanan Indonesia satupun. Di sana terlalu menjamur, seperti Chinese Food, Italian Food, Arabian Food, dan Europe Food. Namanya juga orang lokal, kalo ngedenger makanan luar (meski yg masak orang Indo juga) rasanya ngiler sakarepe dewe. Kali ini kita (aku, Icha, Nattaya, Nesa) memilih Arabian Food di Sahara.

Vanessa Cassera, dia anggota baru malam ini. Dia cantik, tinggi, putih, rambut panjang, poni nyamping, ada gigi nyusul (gingsul). Pokonya barang bagus banget, dan yang pasti jomblo ^^. Yang bikin hebatnya lagi, dia udah bela-belain bolos les biar bisa jalan sama saya. Aw..aw..aw..ke GR an banget saya.

Singkat cerita mulai dari jam 5 saya sudah siap menjemput mereka bertiga. Dan super..duperr..luar biasanya jam setengah 6 saya merasa ngantuk. Maklum pulang sekolah jam 3, dan kita janjian jam 6. Sopir kan juga butuh istirahat. Sekitar jam 06.12 saya tiba di Plasa Mari** menjemput Icha dan Nattaya dan dari situ kita lajut ke Margorejo Indah.

Ini ada beberapa cuplikan pembicaraan saya dengan satpam perumahan
Bhismo : Pak, mau tanya. Rumah nomer 172 dimana.?
Satpam Muda : *diam* .........
Satpam Tua : *dengan logat bijaksananya* Ya ngga ada rumah nomor segitu
Satpam Muda : *ngempet ktawa sampe giginya hampir kliatan*
Bhismo : Lohh...ngga ada ya.? Tapi rumah temen saya disini
Satpam Tua : Yaudah, namanya saja..
Bhismo : Hmm...Vanessa Casera. Yang tinggal sama oma-oma
Satpam Tua :*masih dengan logat bijaksananya* Meski saya tua, saya bukan opa-opa
Satpam Muda : *gigi kelincinya mulai mengintip*
Bhismo : Bukan bapak, tapi dia *tangan sudah mengepal siap mendarat dipipi*
Satpam Tua : Yaudah, silahkan lewat.
Satpam Muda : *kini tertawa ngelihat partner tulinya bicara*
Dan endingnya saya harus muteri perumahan itu dari sudut ke sudut, gank ke gank, dan jalan tikus sekalipun untuk mencari pemilik mobil APV.

Teknologi sekarang serba canggih, meski hanya berbekalkan hape N97. Kenapa gg kita coba kontak Nesa lewat bbm.? Maksutnya ya pake bbm teman. Ternyata nyari rumah tuh anak gg susah, cari aja rumah yang berhadapan langsung dengan taman tanpa lampu.


................setibanya di Loop.........................

Gag nyangka banget kalo sekeluar dari mobil semua mata tertuju pada saya. Seorang pria pendek hitam yang takkan pernah dilirik sama nenek-nenek sekalipun, mampu membawa 3malaikat SMA jalan ditempat ini. CONGRATULATION.
Awalnya kita canggung. Coba aja perhatikan langkah saya yang berada di depan mereka, mirip Topeng Monyet. Dan mereka bertiga yang berada di belakang adalah Drum band yang mengiringi saya dengan lagu Tokek Belang.

Tau kan kalo anak SMA pergi kesini itu apa yang dicari, ya SISHA. Rokok yang berasal dari arab dengan segala bentuk keanehanya dan desas-desus penyakit yang gg jelas. Tapi kita loh cuek. Sisha kita malam ini rasa anggur. Kenapa anggur.? Karena 3 di antara kita (aku, Nesa, Icha) pada suka warna ungu.
Bisa dibilang yang senior disini adalah aku dan Icha, karena kita sering ngehirup benda ini. Dan Nesa serta Nataya adalah korban kita. Namanya juga cewe yang anti banget dengan rokok. Pasti mereka ogah-ogahan ngehirupnya. Yahh, paling nggag setan momok berhasil biki mereka ngincipin sisha.

Beda dengan mereka berdua, Icha nampak menikmati banget. Jujur saya bengong sampe dagu beriler dan baju basah kuyup memandang bibir Icha. Mulai dari dia menghisap, berkumur dengan asap, dan meniupkan kembali. Eksotis - seksi - keren, mirip cerobong asap kereta api.

Gg kerasa waktu sirik sama kita, yang tadinya jam 8 sekarang sudah hampir jam 10. Dan kita terpaksa pulang. Yang aku pikirkan adalah pulang, cuci muka, dan tidur. Tapi aku lupa.!! aku masih d booking jadi sopir sewaan dan harung mengantarkan dengan rute Margorejo - Kutisari - Rungkut - Ketintang.


Senin, 04 Oktober 2010

SEAN KINGSTON (02/02)

...............lanjutan dari SEAN KINGSTON (01/02)......................

Keringat dingin bercucuran, otak tak kuasa memikirkan alibi-alibi. Dan anehnya Icha yang rumah di rungkut bisa sampai duluan. Sok-sok jadi detektif, aku kumpulkan semua perasaan yang ada. Ternyata Icha berangkat dari rumah nenek yang ada di Darmo.

Belum masuk Grand City. Tapi ini badan udah shock melihat gemerlap lampu penerangan, security-security yang ada, dan SPG rokok L.A. Lights. Mendengar namanya aja udah membayangkan hal-hal yang aneh, apalagi bertemu mereka. Mulut pasti monyong-monyong sendiri pingin menikmati (rokok maksutnya). Dan kabar baiknya, tiket yang kami beli nantinya akan ditukarkan dengan melewati gerbang Convention Hall dan 1bungkus LA Lights Menthol.

*perbincangan dalam telpon*
Bhismo: Halo, nat kamu dimana.?
Nattaya: Di dalam kak. Kakak kalo sampe, parkir d basement. Langsung ke lobby.
Bhismo: Ok, sipp tunggu ya.
Habis markir mobil, bergegas aku lari ke atas. Dan disini ada 2lobby, kalau bonda-bandi pasti kelamaan, apalagi pakai tanya Jelangkung. Alhasil mau gg mau yang paling ramai itu yang aku pilih. Udah bela-belain antri lama dan silau karna sinar bulan ternyata pas masuk malah ketemu
Sarah Sechan dan Titi Sjuman. Lah mereka kan juri IMB, ya ampun saya salah masuk gedung.

Pas, tepat waktu, gg kurang gg lebih, waktu aku dateng nemuin Icha dan Nattaya. Ceremony open gate dimulai. Dari belakang ada orang nyodorin tanganya, "kenalkan saya Nani, anak dari teman mamanya Nattaya." Ya ampun, si Nani ini berperawakan bongsor, mengenakan kaos agak kebesaran, celana panjang lebar, dan sepatu Adidas Running. Aku cuma bisa mbatin "pasti dia SK banget,dandananya mirip. Cuma gg gosong aja."

Acara dimulai jam 9. Dari jam 9 sampai setengah 11 itu perform DJ. jam setengah 11 sampe hampir pergantian hari ada perform dari band Blowfish. Jam 12 sampe setengah 1 kembali lagi perform DJ. Dan saat yang ditunggu-tunggu tiba. Tepatnya setengah 1 lebih sedikit, kru dari Sean Kingston sedang check sound. baru juga ngecek suara, aura para penonton sudah tak dapat dikendalikan. Brutal, binal, rasis, dan ............








UNDER CONSTRUCTION

Senin, 27 September 2010

SEAN KINGSTON (01/02)

Berawal dari sebuah Social Networking yang lagi trend dengan gambar bur*ngnya (twitter). Si @nattalexa tweet-tweet-an sama @chaanophe. Mereka asik ngomongin tentang event Blow*ish yang katanya mau mendatangkan penyanyi kondang(an) dari Amerika sana, Sean Kingston (SK), ia berperawakan overweight gemuknya, hitam pekat, dan keris-matic (charissmatic). Gatau gimana jelasnya, karena saya orangnya suka nimbrung (lebih tepatnya mengganggu) tweet orang. Angin sedap pun menjemput saya, menghantarkan kepergian seorang pria jomblo kepada kehidupan malam. In fact I feel speechless at that time, isn't thingking about sexy women who will come to me (and maybe will be seduce me), but I'm thingking about "saget gg yo tuku tiket'e"

Semalaman suntuk saya mikir bagaimana caranya agar bisa bilang ke papa. Mulai dari saat makan bersama, saya naik meja dan teriak pingin liad SK. Atau waktu papa akan pergi kerja, saya menangis di depan pagar. Dan hal terakhir yang saya pikirkan adalah bilang ke adik, dengan harpan adik bilang ke mama, dan informasi itu bocor ke papa. LUPAKAN.!! Terlalu bertele-tele, lebih baik bilang langsung saja ke papa. Bagai Aceh yang disambut Tsunami, papa langsung ngijinin dengan catatan waktu itu belum ngasi uang. Terpaksa deh pakai uang tabungan dulu.

Seminggu menjelang hari H (25.09.10)
@mow2_ (saya) @chaanophe (icha) dan @nattalexa (nattaya) pada ribut di tweet tentang cara berpakaian yang benar. Kita semua takut salah pakai alat penutup aurat saat nonton SK. Entah itu terlalu mencolok layaknya babydoll, roll rambut, masker, dan kawan2nya. Awalnya mau pakai (untuk cewe) mini dress dan heels, tapi ini kan berdiri. Jadi si heels terpaksa di coret dari daftar dan diganti sandal trepes. yang namanya cewe, slalu aja ada alasan untuk bilang dirinya kurang menarik. Mereka pada berdebat tentang baju-baju. Yang pasti harapan sapa pergi dengan cewe-cewe sexy mantap nan aduhai pupus deh T^T . Saya hanya diam dan bertekad "ntar pake clana panjang, converse, dan baju yang bisa nyala aja" I think the people will see my FACE of T-Shirt

Namanya juga saya cowo, selain ingin merasa lebih dekat dengan (teman) wanita. Menjemput adalah tugas mulia yang harus saya emban. Dimulai dengan menelpon Icha, berharap aja
ia kena hipnotis saya dan mau dijemput. Ternyata benar, suatu tindakan yang dilakukan dengan pikiran buruk tidak akan pernah berjalan mulus layaknya jalan tol. Bukannya mbak-mbak mailbox yang ngangkat, tapi malah gg ada nada sambung sama sekali. Belum sempet ngobrol sama Icha, si Nattaya udah sms "kak,dimana.? aku sampe cepet kesini" . Nyantai ajalah, rumahku (ketintang) - Grand City kan deket. Gag ada 299detik, Nattaya sms lagi "kakak dmana seh.? Icha loh uda sampe"

Keringat dingin bercucuran, otak tak kuasa memikirkan alibi-alibi. Dan anehnya Icha yang bertinggal tempat di rungkut bisa sampai duluan. Sok-sok jadi detektif, saya kumpulkan semua perasaan yang ada. Ternyata, eh ternyata, Icha berangkat dari rumah nenek-nya yang berada di daerah Darmo.


B E R S A M B U N G ! !
next : SEAN KINGSTON (02/02)

Selasa, 22 Juni 2010

Dia Yang Selalu Duduk Di Bangku Ini, Mulai Dari Ketawa, Muntah,Hingga Menangis

Minggu 20 Juni 2010

Dalam menjalani hidup, otak kita yang kecil ini selalu dipenuhi oleh kenangan. Mulai dari siapa ayah dan ibu kita, rasa bangga saat pertama kali bisa bersepeda, peristiwa gokil yang kita lakuin, cerita antara cinta dan monyet, serta kenangan-kenangan lain yang sejenis. Tanpa pernah ada rasa syukur, otak kita bisa menyimpan semua beban itu. Bila di ketik dalam Ms.Word bisa mencapai 28,76 gigabyte dengan catatan tanpa gambar. Sumber diperoleh dari ke-sotoy-an sang penulis. Meski terkadang ada otak yang over-capacity sehingga menyuruh orangnya menjedotkan kepala ketembok, bila berhasil dia amnesia. Kalau gagal...saatnya cari tubuh baru (*baca mati dan renkarnasi)

Tak terkecuali saya, begitu banyak kenangan tersimpan di otak. Sadar atau tidak, otak kiri saya lebih banyak untuk menyimpan kenangan. Jadi kalau dilihat dari belakang, saya selalu berjalan dengan kepala yang ambruk ke sebelah kiri. Kalau tegak, tolong periksa apakah ada cagak yang menahan kepala saya atau tidak. Kenangan yang banyak saya simpan tak lain adalah cewek. Bukan bokep, karna itu semua tersimpan dalam memory 32gb N97 saya. Sekali lagi saya tekankan bukan bokep, tapi lebih ke cerita bersama si dia, sebut saja Fina (*nama samaran)

Minggu tepat jam setengah tujuh kupacu si L14AR (*baca: si JazzBiru) menuju rumah Fina. Entah karena tak sabar ketemu saya atau emang sudah pingin nggepukin orang, si Fina sms "Lek,kamu dimana.?". Lek di sini singkatan dari ELEK, sebutan untuk kita berdua. Dengan nada stay-calm saya jawab "Sekarang saya lagi ada di ..... lagi ada di hatimu sayang". Dan ujung-ujungnya dia selalu muntah berak di kolong wewe saat kena gombalan ala Bhismo. Setibanya di rumah Fina, dia langsung ngibrit naik mobil. "Ayo lek kita jemput Ria". Ria (*nama yang disamarkan) tak lain adalah sahabat seperguruan Fina di SMAN15.

Serasa menjadi sopir, kita menuju rumah Ria. Tak sengaja saat masuk perumahannya saya bertemu dengan Raden (*ini baru nama asli) mencegat si L14AR. Terpaksa mau gg mau saya harus memungut anak orang 1lagi. Kini kita imbang, 2gadis virgin dengan 2pria yang diragukan. Di belakang ada Raden (kiri) bersama Ria (kanan), dan depan ada aku (nyetir) dan Fina (co-pilot). Tiap kali pergi Fina selalu duduk di bangku itu (depan-kiri), terakhir ia duduk tertinggalah noda yang mampu membuat satu ruangan busuk. Bukan kentut bebek ataupun jigong naga, namun muntah.. Ya muntah dari seorang gadis 17tahun ceking layaknya nenek-nenek dengan kawat di giginya, dengan harapan takada gigi yang lepas. Kini entah apa yang akan ia lakukan...

Emang karena basic saya mirip om-om hidung merah jambu, saya godain tuh si Fina. Mulai dari ilik-kitik, ketawa geje, triak-triakan, dan bahkan humor garing bisa membuat kita berdua tertawa. Contohnya:
Fina: Ehh,baunya kok enak sih. Lek kamu parfuman.?
Bismo: Wah,akirnya ada yang nyadar. Iya saya parfuman, harum kan.? Please closer to me to get the best flavour from this parfume
Fina: *sambil monyongin hidung babinya ke ketek saya* Jangan aneh-aneh kamu.!!
Bismo: *dengan sigap saya jepit kepalanya Fina di selangkangan ketek saya* Rasain nih, jepitan maut.!!
Ria: *membuka jendela* Tolong-tolong ada monster ketek menganiaya nenek-nenek.
Raden: Inalilahi Wainalilahi Rojiun, semoga Fina pergi dengan tenang tanpa bau ketek. Kasian surganya entar langsung busuk.

Malam ini kita berempat nongkrong di Loop, salah satu tempat nongkrong di Surabaya daerah Pakuwon. Karena kita bosan dengan tradisi barat, kita cari tempat yang bernuansa Timur Tengah. Sahara memiliki konsep Timur Tengah yang kental, mulai dari kebab, sisha, lagu-lagu beken seperti Jai Hoo (ost.SlumDog) dan Terajana. "Aku mau burger.!!" teriak Fina. "Kalau aku spagheti" sebut Ria. Jujur aku bertanya-tanya dalam hati. Apakah di negri pasir ada burger dan spagheti.? Jangan-jangan gado-gado pun ada... Ternyata emang beneran ada (burger dan spagheti-nya) meski penyajiannya aneh. Kedua makanan tersebut menggunakan daging kebab yang lebih mirip dengan daging sapi yang terkelupas karena kebawa umur dan tomatnya mirip potongan kue Monde Kalengan.

Jam sembilan kita sepakat pulang. Saat di jalan cowo dari si Fina ini menelpon Fina, ini ada secuplik dialog antara Fina dan cowonya
Cowonya: Lo dimana sekarang.!! *dengan nada keras*
Fina: Aku di rumah *dengan nada anak rumahan yang sudah membusuk lumutan di kamar*
Cowonya: Jangan bohong.!!
Fina: Beneran, aku di rumah. Telpon mamaku kalo gg pecaya.!
Cowonya: Oke, gue ke ruma lo skarang. Awas klo gg ada..
___tuutt..tuutt..ttuut..*putus*
___kriingg...kriiing..*ringing tone*
Fina: Apaan sih telpon lagi,kamu udah percaya.?
Cowonya: Lo di Sutos kan.!? Ni gue di depan mobil lo,cepet keluar ato gue ancurin nih mobil.!!
Fina: Terserah kalo gg pcaya.!! *meneteskan air mata*

Baru kali ini ada cewe menangis di mobil, setelah sebelumnya tentu saja ia muntah di sini. "Kenapa orang pertama yang menangis di situ bukan ceweku.!?" Pengen nangis kecewa rasanya, tapi gg lucu banget kalau sopir dan penumpang nangis bareng. Ntar takutnya dikira kita berdua lagi diculik. Dengan guyonan apa adanya si aden berucap,"Liad tuh ada jagung,ada yang mau.?". Dampak yang dihasilkan sangat fantastis, bisa membuat suara jangkrik terdengar kriik..krrik..krikk. Tak mau kalah si Ria bilang,"Sudahlah,paling juga cowomu mabuk". Saat ku menoleh, kini tampang Fina sudah lengket layaknya Monster Rawa. Muka dia penuh dengan keringat yang bercampur dengan air mata dan ingus.

Saat di depan rumah Fina sempat berucap,"Udah ya lek,makasih. Jangan kapok ngajak aku keluar." . Sebelum langkahnya makin jauh, dengan polosnya aku menyodorkan dia jari kelingking kananku dan dia menyambutnya dengan jari kelingking kanan dia. Aku bilang,"Janji ya jangan sedih lagi" tak lupa tampang imut mirip JB aku pamerkan (*JB = Jambretnya Bungurasih). Dan pada ending-nya meski menangis, tampak senyum yang indah di balik wajah Fina itu.

Senin, 14 Juni 2010

mow2_tret

mow2_tret.!!
Saya penasaran dengan lekuk bibir anda ketika anda berusaha membaca tulisan di atas.? Apakah anda membacanya dengan ejaan "mow-mow-tret" atau mungkin "maw-mow-tret" , "mew-mow-tret" , dan parahnya lagi sambil monyong anda bilang "mow...moow". Bisa-bisa sapi jantan lari semua nyiapin torpedonya untuk nyoba lubang yang anda bawa. Haha .. tapi gg mungkin, sapi jaman sekarang sudah bisa memilih pasangan hidup. Ini terlihat dari turunnya jumlah sapi gila (*akibat salah pasangan*) di dunia ini.

Sedikit flashback tentang mow2_tret. Tepatnya pada awal April 2010. Di mana saya, Bhismo Ananta bersama si Alpha 300 hunting poto di Makam Peneleh. Meski dengan kedok makam, jangan berharap saya moto-in hantu. Karna di jaman yang serba modern ini, hantu hanyalah cerita yang digunakan oleh para orang tua jahat untuk menakut-nakuti anak kecil yang gg bisa tidur. Intinya saya motret orang, sebut saja Ratna. Kita bertiga (aku,Oge,Lukas) mempunyai ciri tersendiri dalam memotret. Seperti Oge yang setia dgn lensa pipa dgn panjang plus-plus (tele), Lukas memanfaatkan lensa gratisan dari beli kamera (kit), dan saya sendiri memakai lensa yang mirip kaleng sarden (fix).

Masalah lensa tidak begitu saya pikirkan, toh ada uang ada barang. tanpa skill, lensa mahal mubazir. Tapi ini yang gg saya punya dari mereka berdua dan selalui menghantui malamku, sejenis lambang di foto, geesign (Oge Design) dan lookgraphy (Lukas Photography). Itu trademark mereka, apalagi sekarang plagiat merajarela. Takutnya poto tanpa trademark di ambil seseorang dan diakui bahwa itu karya orang tersebut, nah loo...apa tambah gg ribet.??

Sepulang hunting, ini otak terus berpikir "tulisan apa ya yang sekiranya cocok buat saya.?". Agar tak lupa saya menyiapkan pensil 2b lengkap dengan penghapusnya serta hvs folio. Tuliss..tuulis..dan tuuliiss.. Akhirnya ketemu ada sekitar 4 karya, yaitu bisign (bising), big'gay (BIsmo GrApY), moto (moMO poTO), dan mowtret (mow potret). Sebenernya tuh nama gg ada yang keren, sumpah kurang ngigit gitu rasanya, terlalu standard. Entah kerasukan setan apa, tiba-tiba tv menayangkan iklan ice cream moo "mooooowww...". Boleh juga tuh, plagiat dikit mumpung sapinya gg tau. Dan akhirnya di rombak sana-sini ketemulah kata-kata mow2_tret

Gg ada yang istimewa, cuma sebuah kata tanpa bisa dijelaskan secara harafiah. Tapi saya suka itu, dan pada 6 April 2010, mow2_tret resmi saya gunakan sebagai ciri khas di setiap poto saya dengan warna yang keren, UNGU.!!

Minggu, 18 April 2010

PRIA JUGA BISA MENANGIS

12 April 2010. Di kantin sekolah.

Ketika ku tiba di kantin sekolah, aku melihat sahabatku (sebut saja Rian) sedang duduk sendiri di salah satu bangku kantin. Tak seperti biasanya ia murung. Ia tertunduk sedih seolah menangisi kisah hidupnya. Hal itu terlihat dari cara ia duduk, mulai dari pandangannya yang kosong, cara ia memegang kamera DSLR yang ada di tangannya, dan mulut yang berulang kali mengatakan bahwa impian dan takdir tak dapat disejajarkan. Ku beranikan diri untuk mendekati Rian dan menanyakan apa yang sedang ia alami. Perawakannya tinggi dan ideal, mungkin 170 cm-an dengan berat 55kg. Memiliki muka yang memanjang, mata yang menyipit bila ketawa, rambut ikal dengan potongan mohawk, dan kulit sawo matang. Tidak cakep, tapi enak untuk dipandang.

“Boleh saya duduk di sini.?” tanyaku padanya. Rian tidak memperhatikanku, bersamaan dengan itu ia mengusap air matanya dan menganggukkan kepala tanda memperbolehkanku untuk duduk satu meja dengannya. Seketika suasana menjadi hening. Meski kantin rame akan siswa-siswi yang lain, namun keramaian itu seolah tak mampu menembus tembok yang sedang mengelilingi kita. Kuberanikan diri untuk bertanya, “Kamu gg apa apa tah.?” . Ia tak menjawab pertanyaanku. Sekali lagi aku bertanya, “Bole aku membantumu.?” . Dan apa yang ia lakukan.? Ia hanya menggertakan giginya. “Maaf kalau aku ngganggu” , bilangku padanya. Dan kali ini dia memandang tajam mataku, seolah melakukan telepati yang mampu menggerakkan hati kecilku. Betapa sedihnya orang ini...

“Mok, bole crita gg.?” , dengan nada datar ia mengucapkan itu padaku. Aku Cuma bisa membalas, “Ya kalo kamu mau,crita aja. Aku ‘kan coba mendengarkan.” Tak seperti anak-anak lain yang menghabiskan waktu istirahat dengan makan dengan selingan canda-tawa. Aku dan Rian menghabiskan waktu ini hanya untuk cerita dan mendengarkan. Ia berceita dengan sungguh-sungguh. Semua apa yang ia rasakan dan ia alami pun di ceritakannya. Tak ada hal yang ditutupinya, kecuali satu, air mata . . .

Cowo juga bisa menangis, ia menangis untuk apa yang ia pegang teguh dan ia sayangi. Cowo selalu menutupi tangisannya dengan tindakan penuh emosi dan amarah. Namun bila air mata sudah mulai menetes, itu tandanya ia sedang benar-benar kehilangan sesuatu yang ia sayang.

Rabu, 7 April 2010. Si Rian mendaftar sebesar Rp 150.000,00 untuk mengikuti salah satu seminar fotografi. Ia tampak senang sekali, karena jujur ini awal seminar-nya dalam bidang fotografi. Memang fotografi terkenal mahal, tapi karena ia dilahirkan di keluarga yang mampu. Ia bisa memiliki 1 dari sekian banyak pilihan kamera. Kamera yang mungkin tak semua orang bisa membelinya. Semenjak itu ia mulai tekun berlatih, ikut hunting, dan kumpul dengan komunitas. Merasa kurang dengan itu semua, ia mulai mencoba untuk hadir dalam seminar.

¬¬Jumat, 9 April 2010. Sehari sebelum hari H (seminar) diadakan. Senyum bahagianya masi nampak melekat erat di wajahnya, namun itu semua berubah setelah ia menerima sms dari salah satu panitia Pensi bahwa besok ada rapat dari jam 08.00 – 12.00 . Sontak ia bingung dan mulai emosi, kenapa ini mendadak.? Besok ada seminar (08.30 – 15.30), di lain sisi tanggung jawab sebagai salah satu anggota Pensi juga perlu diperhatikan. Akhirnya ia berkonsultasi dengan banyak temannya, dan jadilah keputusan bahwa Rian akan mengikuti rapat terlebih dahulu baru lanjut ke acara seminar

Sabtu, 10 April 2010. Rian tiba di sekolah tepat waktu, begitu juga dengan acara rapatnya yang molor satu jam. Tepat pukul 09.00 acara di mulai, ia nampak gelisah dan pikiran akan seminar selalu menghantui otaknya. Sepanjang rapat Rian menjadi orang yang pendiam dan selalu kaget bila mendapat pertanyaan dari anggota panitia yang lain.

Meski rapat dimulai tidak sesuai dengan jadwal, namun rapat dapat bubar sesuai waktu yang ditentukan. Ia langsung menancap gas kencang-kencang ke arah ke Novotel. Kini waktu menunjukkan pukul 12.30 . Sudah tiga jam ia telat, dan entah berapa season terlewatkan. Setibanya di depan Brawijaya Room, Rian menunjukkan bukti pendaftaran kepada petugas. Dan apa yang mereka (panitia seminar) temukan.? Nama Rian tak tercantum di situ, selain itu Rian juga tak mendapatkan ID Card sesuai dengan ketentuan. Rian hanya mendapatkan bingkisan yang entah isinya apa, karena ia males untuk melihatnya. Ketika ia mulai masuk ke dalam ruangan, ia menemukan para peserta sedang poto bersama. Dan ia pun ikut dalam sesi itu, setelah itu panitia seminar mengatakan bahwa sekarang adalah jam makan siang. Jadi setibanya di sana, Rian cuma poto dan berlanjut ke ruang makan Novotel.

Jam makan siang 12.30 – 13.30 , Rian nampak tidak memiliki selera untuk makan. Ia memikirkan betapa bodohnya dia mau membuang uang 150.000 begitu saja.? Total acatra 3 sesi, dan sekarang tinggal 1 sesi lagi. Di lain sisi lain dari otaknya, ia juga memikirkan akan duduk di mana. Meski hanya sekilas melihat, namun nampak di ruangan seminar tak ada tempat duduk yang kosong untuk dia.

Jam makan siang pun berakhir, kini semua peserta telah kumpl kembali dalam Brawijaya Hall, Novotel. Rian nampak bingung mencari tempat duduk. Semua sudut ruangan telah ia perhatkan dan hasilnya NIHIL. “Dik, coba itu ada kursi kosong. Kamu tanya ada orangnya nggag” , ucap salah seorang peserta yang ada dibelakang Rian. Rian pun segera menghampirinya dan bertanya ke orang yang dekat dengan bangku kosong tersebut, “Maaf, di sini ada orangnya tidak?” . Rian sangat mengharapkan jawaban “TIDAK” , namun orang itu menjawab kalau di situ ada orangnya. Rian mencoba ke tempat lain yang nampak kosong, dan jawabannya sama. Ada orangnya.

Segala yang ia lakukan adalah tindakan percuma. Ia bela-belain datang ke seminar, namun tak bisa mengikuti salah satu dari sesi yang ada dan juga tak dapat ID card. Rian hanya mengikuti sesi foto bersama dan makan siang. Hancur sudah perasaannya, ia mencoba tuk menahan rasa sedih yang memenuhi hatinya. Ia menahan agar tak ada setetes air mata yang jatuh. Namun dalam perjalanan pulang, air mata yang terbendung akhirnya jatuh. Ia mulai meneteskan air mata. Ia meminggirkan mobilnya dan menyalakan lampu hazzard, entah apa yang ia lakukan di dalam mobil. Tak ada orang yang tahu, kalau seorang cowo (Rian) sedang menangis.

Cerita darinya telah usai, betepatan dengan itu bel skolah berbunyi. Tanda istirahat berakhir. Saat menaiki tangga sekolah, ada seorang cewe yang menghampiri kita. “Rian, kamu kemarin kan pulang cepat. Ada yang ketinggalan, nih ... “ , ucap wanita itu sembari menyerahkan amplop coklat. Saat di buka, entah kenapa Rian meneteskan air mata. Bukan air mata kesedihan, karna ia menangis sambil tersenyum. Rian mendapatkan sertifikat dari seminar kemarin. Entah apa yang Rian pikirkan, aku yakin ia sekarang sedang merasa bahagia.

Jumat, 26 Maret 2010

Hal Baik Apa yang Pernah Kau Lakukan.

Kamis, 25 Maret 2010

Gubrakk.!! Denk..denk..denk..!! Sroott..csss...

"Grr..suara brisik apa itu.?", gumamku dalam hati tanpa ada misuh yang terucap dari mulut. Tenyata Itu rumah tetangga yang lagi di bangun, brisik amat. Coba saya anak ktua RT di sini. Itu ruma bakal saya bangun dalam waktu 1malam, dengan catatan pinjem jin yg ada d cerita Tangkuban Perahu :DD

Kiikuuk...kiikuuk..kik..kuk.. uda jam 3, ini jam mngingatkan klo ntar ada reunian anak2 SMP. Sebenerny saya pengeng bawa L 14 AR (jazz biru), tapi apa daya uda d pake emes duluan. Ya uda tepaksa cabut naik mobil ebes.

Perjalanan kali ini baik-baik saja, tidak ada cium tempel yang tertera pada mobil ebes. Jangankan baret, bayangan ku aja gg bakal nampak di tuh mobil. Maklum warnanya doff, bukan metalik.

Setela menempuh perjalanan tanpa tersesat, mampu memarkir mobil secara mulus tanpa keluar garis, dan ingat mengunci pintu mobil. Saya memasuki area shopping sebagaimana TP di ciptakan. Spontan saya bilang "Wedan cakk,tibakno mall'e nang kuto koyo ngene toh. Beda karo pasar maleme desoku" Dan anehnya lagi, banyak orang menertawaiku. Saya anggap itu sebagai wujud tanda WELCOME yang sering terjadi di Hawaii.Lebih tepatnya karpet WELCOME-nya terminal Joyobyo.

Hampir setibanya d food court, hp ku bebunyi. "Mok, kita gg jadi ke TP. Ank2 pd ingin nongkrong d Garlick Imam Bonjol" ,dengan santainya si Tika bilang seperti itu. Beda dengan yang ada di paragraf pertama, sekarang jurus seribu silat lidah pada keluar. Mulai dari anjink, tikus, asu, kerek, monyet, tokek, dan dinosaurus pun turut keluar. Aku mulai mual, TP serasa kebun binatang sekarang.


Singkat cerita . . . . . .


"Aloo mamenn.!!" teriakku dari lapangan parkir menyapa orang-orang yang ada di dalam. Dalam hitungan 2 detik, saya kira teman-teman yang ada akan membalas salam saya. Tapi nyatanya sunyi, kriik..krikk..krriik..
Dorrr.!! Dengan histeris saya berteriak, "aw..aww..aw..aaw..". Mirip teriakan gadis jembatan ancol yang sedang kecopetan. Gimana gg kaget coba, orang ngagetin kan biasanya nepuk pundak dan bilang dor. Tapi dia malah mukul kepala dan efek dari bertubrukannya dua benda yang keras (kepala vs tangan) menimbulkan suara DOR.

"Selamat Datang ... " sapa para waitress dengan senyum cemerlang ala PEPSODENT.
"Saya beli pancake original khas Blackbird dan ice cappucino andalan Blackbird" . Sontak banyak orang bingung akan apa yang kupilih ini, bukan bermaksud sombong karna mau beli yang termahal. Tapi saya gg bisa baca tuh daftar menu, yang geblek siapa coba.? Di aloh cuma ngasi daftar menu di meja saya, padahal saya mintanya di bacain sebagai dogeng welcome.

Stengah jam pertama berlalu, dan kita masih becanda tawa. 1 jam terlewati, dan makanan pun mulai berkurang. Stengah jam berikutya makanan habis dan minuman tinggal setengah. Kini sudah 2 jam, dan apa yang terjadi.? Nihil.... tak ada yang berkurang ataupun bertambah. Kita sengaja mempertahankan posisi ini. Genap sudah sekarang 3 jam terlewati, semua gelas dan piring bersih hingga ke sela-sela yang susah terjangkau oleh spon. "Saya suka meremas-remas". Dalam hati aku bertanya, "kenapa makan kaya gini aja lama.?" dan aku baru tahu jawabanya setelah membayar. Ternyata karena mahal, teman-teman ingin merasakannya, menikmatinya, mengincipinya, dan menghabisinya hingga titik jam Blackbird tutup.

Sepanjang jalan pulang, saya merasakan ada yang tak beres dengan bill ini. Dengan gugup saya memeriksa kembali apa yang ada di dalam 1lembar kertas pendek itu, dan hasilnya . . . . . . "kemurahen" (terlalu merah,beda dgn yg ada di menu). Waw..gimana gg senang coba klo untung hampir 50ribu. Tapi apa daya, karena saya badsicnya anak polos dan jujur. Hati nurani bergejolak untuk segera mengembalikan uang itu.

Terhitung 800m lagi lampu merah, dan saya mulai menghitung setiap garis pemisah jalan. hitungan petama untuk kembali, kedua untuk tidak, dst. CIIIITTT....saya behenti tepat di bawah lampu merah dan hasilnya tidak kembali. Tak habis akal saya berpikir, seolah mendapat petuah dari para penyebrang jalan. Saya segera mengjhitung jumlah garis zebra cross dan hasilnya ganjil. Berarti saya harus mengembalikan uang yang sesungguhnya bukan buat saya.

Sedikit lega setelah misi pengembalian uang itu sukses. Dan saya telah belajar banyak kebaikan hari ini. Rasanya hati nurani saya mulai terasah hinga mampu menusuk jantung, paru-paru, dan tenggorokan. 1 hari perasaan senang masi meliputi dan ada rasa untuk pamer, 3 hari sudah mulai terbiasa dan masi eksis pamer, dan 1 minggupun aku benar-benar lupa. Setidaknya sebelum hal itu yang menimpa saya.

2 minggu telah berlalu dan kita janjian untuk kumpul kembali, topik hari ini di buka dengan kata ..
Sheren : "ehh, tau gg tenyata kmaren itu kita dapat diskon"
Atik : "diskon ap an.?"
Sheren : "kmaren tnyata murah karena emg sengaja dikurangi harganya ma Ken*n"
Atik : "ummm.... (sambil nendang kaki Bhismo/saya)
Sheren : "loh kenapa, kok kalian bedua langsung suram gitu.?"
Atik : "jujur jujuran aja ya, kita sekarang blak-blakan"
Bhismo : "jadi kmaren uang nya uda kita balikin, karena kita tau bill nya salah"
Sheren : "hadoo...itu loh emang sengaja di potong buat kita"
Bhismo : "ya aku kan gg tauk. Kalo aku tau ya gg bakal ta balikin"

ternyata, pada akirnya, kesimpulannya, ending dari semua ini, uang yang kita baliikan bukan kelebihan uang dari kesalahan bill , melainkan emang ada unsur kesengajaan dari salah satu waitres yang mengurangi bill kita T^T

Rabu, 24 Maret 2010

More, More, and More . . . Just for amore

Lagi-lagi begini, lagi lagi begitu, lagi lagi dan lagi, selalu saja seperti ini. Aku gg tau sebenernya diriku punya daya tarik seperti apa. Tapi jabatan Seperti Orang Ketiga (SO3) selalu melekat erat disamping jabatanku sebagai pelajar. Seorang anak kelas 2 SMA yang kurang beruntung dalam hal cinta (coba baca entry sebelumnya), namun selalu dapat jatah unuk menjadi SO3. Saya perjelas, SO3 yang saya maksud ini adalah sebuah peran yang terletak diantara teman – ..... – sahabat. Namun efek sampingnya saya dianggap sama si cowo dari cewe yang bersangkutan bahwa saya sebagai orang yang mempunyai rencana untuk ngerampas hati si cewe. Sekali lagi saya tekankan “Saya Tidak Mau Ngerebut Si Cewe”.

Mengingat diri di masa lampau, saat dinosaurus baru saja musnah dan aku menduduki kelas 2 SMP. Waktu itu terkenang saya baru saja lulus S1 dengan sarjana playboy, kenapa.? Ya karena sebagai pendatang baru yang udah punya cewe, saya mendapatkan jabatan SO3 bersama 3gadis dalam waktu kurang dari 1tahun. Masa keemasan yang takkan pernah terulang kembali. Dengan memegang teguh SO3, saya bisa melewati cewe pertama dan kedua dengan mulus tanpa ada konflik sosial dan kemajemukan. Namun perjalanan sempat terhambat pada cewe ketiga karena di balik wajah jomblonya, dia adalah gebetan dari temanku. Dan ujung-ujungnya saya ditendang jauh dari sebuah komunitas perkumpulan grup genk-nya anak-anak SMP.

Ketika duduk di kelas 3 dengan status perjaka jomblo. Saya mulai melepas gelar ke-playboy-an saya dan mulai melupakan jabatan SO3. Intinya lebih berhati-hati dalam memilih cewe, lebih selektif dalam berteman dengan cewe, dan menolak semua cinta dari mereka. Bukan bermaksud belagu, menyombongkan diri, atau sok cakep. Tapi lebih tepatnya karena status sosial membedakan kita. Aku cowo, mereka waria. Pada hukun Adam-hawa, e=m.c2 ,dan manusia masih berupa monyet. Jeruk makan jeruk itu tidak bisa, ntar yang ada 2 pedang saling bertubrukan. Dengan sikon seperti ini saya tepaksa hidup sebagai manusia biasa melewatkan sisa-sisa SMP hingga mendapatkan hasil UNAS 10 + 0.9 (bila di bagi 3). Padahal UNAS ada 4 mapel.

SMA kelas 1, petualangan cinta ku masih berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada hal yang bisa di banggakan. Cewek belum dapat, gebetan tak punya, S1 gelar Playboy tak terpakai, dan jabatan sebagai SO3 masih belum bisa saya dapatkan kembali. Tahun ini lebih suram dari tahun sebelumnya. Karena permintaan pasar (permointaan para cewe) mulai beralih ke cowo yang lebih tua. Sedangkan saya di sana adalah adik kelas yang masih muda imut dan polos. Dan hanya dengan mengedipkan mata, 1 tahun d SMA mampu aku lewati tanpa meninggalkan jejak cinta.

Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, kini saya mampu menjadi anak kelas 2 SMA yang memilih Ilmu Sosial sebagai kehidupan yang akan datang. Pada tahun ini juga mulai ada matahari yang menyinari gelapnya wajahku dan lambat-melambat saya bisa berdekatan dengan beberapa cewe. 6bulan telah berlalu dan saya sudah mengumpulkan 4orang cewe, 1jomblo dan sisanya punya orang. Tak habis pikir kenapa aku melakukan itu, ini kan kriminalitas akan perasaan.!? No Probs.!! Karna aku hanya menjadi SO3.

Cewe pertama yang aku dapatkan adalah tak lain sahabat dari SMP (At**), emang sih tak dapat di pungkiri dulu aku sempet suka ma dia. Tapi gg kesampaian, ini bertemu lagi. Visi misi awalku adalah mendapatkan hatinya, tapi karna dia sering putus-dapet baru. Ku ubah visi misi ini menjadi sahabat yang terbaik. Kini perasaan sayang yang kumiliki telah kualihkan menjadi rasa persahabatan.
Cewe Kedua, banyak memori tentang dia memenuhi otakku. Sombong atau tidak, aku cuma mau memamerkan dia adalah mantanku waktu smp kls 1 yang bertahan 1tahun 1bulan ++ (Og**). Dia ini udah punya cowo,cowo nya adalah sahabatku sendiri. Entah dapat perlindungan hukum cinta SO3 dari mana, yang pasti aku deket ma dia tidak ada yang ngelarang, marah, ataupun cemburu.

Cewe ketiga, sumber masalah. Aku ingat aku deket sama dia (Div**) karna aku pingin belajar dunia dewasa. Entah itu nongkrong di warung dangdut, mbaca majalah dewasa di perpustakaan kota, ngecengin cewe-cewe tua, dsb. Dia punya cowo yang super duper sangat very so galak tampangnya. Tapi omongan si Div** seolah2 memberiku perlindungan sebagai SO3. Dan pada akhirnya dia berkhianat, dia meminta pendapatku tentang cowonya. Otomatis saya menjawab jujur dengan harapan dia bisa menjaga rahasia. That’s my opinion, sak jujurku kate omong opo.!! Tapi dia malah memberitahu ke teman-teman apabila saya ini menjelek-jelekkan cowonya tanpa menunjukkan pertanyaan darinya. Dan endingnya dia mencariku, saya buronan dia polisi. saya telah mencoba bersembunyi dengan cara tidak keluar rumah. Tapi dia pintar, hanya dalam waktu 2hari dia mampu menemukan rumahku. Terlabraklah aku di depan rumah dan keluarga ku sendiri. Ini pelajaran, aku harus lebih teliti lagi dalam mendekati cewe. Karna tak semua orang bisa memberi perlindungan dan semua orang mampu berkhianat.

Cewe terakhir yang mengisi agenda ku adalah Fi**. Dia mantan “......” saat aku kelas 3SMP les di Primagam* Gayung Sari. Entah berapa tahun kami dekat, karna takadakata putus terucap dari mulut. Sejujurnya aku juga lupa gimana aku bisa ngedapetin dia, pacaran atau tidak aku juga gg tau. No Comment.!! Kini saya dekat dengannya melalui perantara facebook. Dan kedekatan inilah yang membuat cowonya marah, cowonya tak tahu kalo saya hanya menjadi SO3. Lagi-lagi salah paham, dan masalah ini masih belum tuntas. Dengan ini, saya harapken, tidak ade, masalah gede, semua tuntes, dengan dame.

Jumat, 19 Februari 2010

cerita yang belum selesai..

Inilah saat-saat yang membuatku gundah gulana. Ketika bumi makin redup dan besiap menjadi gelap. Terlihat jarum pendek menunjuk angka 2 dan yang panjang lebih memilih angka 5. Ghiilaak.!! ako lupa..hari ini ada janji nonton ma dua gadis, sebut aja Inin sama Ila. Dengan bemodalkan secarik kertas ako merangkai waktu, ini nih hasilnya : 10menit mandi, 5menit boker, 7menit santai-santai, 8menit makan, dan 5menit lagi istirahat. Jadi terkumpul 35menit yang sangat efisien.

Tepat jam3, ku kebut si L 14 AR punya mama kea rah Delta Sari. Gadis pertama yang terjemput adalah Inin, selamat anda beruntung. Pukul 15.45 , ako tiba di rumahnya. Karna gg brani mencet tombol bunyi di pagar, ako lebih memilih menunggu di dalam mobil hingga Inin keluar untuk menjemputku.

Seketika diriku terbangun, terlihat ada 3pasang mata menerawang paksa ke dalam mobil. Jangan jangan aku diintipin pas tidur tadii. Dengan kecepatan kilat,segera kututup kedua mata dengan tangan indahku. Tapii pecuma, karma itu mustahill banget.

Karna bosan menunggu, aku samperin tuh pintu pagar. Berusaha menerobosnya dengan aksi yang cool. Memanjat, merangkak, melompati, dan tejatuh. Hahaha,sungguh keren bukan.? BEGGOOG.!! ako tuh tamu, kog blagak kaya maling. Dengan sdikit penyesalan ku berbalik arah dan kembali ke arah luar pagar.

Setelah melewati basa basi yang menguras raga dan batin. Kuteguk es the manis yang tesedia di hadapanku. Ahh..leeggaa.. habis sudah semua suguhan yang adda. Dengan tampang tanpa penyesalan, ku tinggalkan itu rumah sembari menculik sang gadis tuk mlanjutkan ptualangan ke rumah Ila.

Ghilee bener ni rumah, sepii amat. Kmana smua penghunya.? Coba bayangkan.! Pintu pagar di rantai rangkap 3. Korden di tutup hingga tak bisa d iintip. Dan yang paling menjengkelkan di atas pintu ada tulisan ”ngamen gratis”. Gmana gg tesinggung coba..

Waktu aku coba mendekat ke pagar, ada tulisan PRESS IT. artinya appa ya.? Setauku yang ada itu PHRESS TEA. Coba ahh ako sentuh. Tett..toott.. Tett..toott.. Dalam hitungan kurang dari 4detik, dari balik pintu muncul seseorang. Klo di trawang, dia beneran orang. Tappii….coba kita phatikan : ia berambut panjang, pakai baju putih, celana panjang warna item, dan finishing selop item. Orang, aku yakinn dia orang.!

Dengan formasi 2-1. Aku – Inin di depan. Ila di belakang. Kita telah siap menuju TP. Jam kita cocokkan tepat pada 17.00 , nggag boleh kurang ato pun belebihan. Takut korup / mubazir. Peegeell.!! Sejak kapan surabaia ko macet.? Serasa jadi orang bego saia, masa nae mobil tapi lebih banyak diemnya di sepanjang A.Yani. parahnya bukan karma macet, tappi banyk sepeda motor yang coba ako serempetin sama si “L 14 AR”. Ternyata si LIAR emang paling jaggoo..

Suara Adzan Maghrib mengiringi kedatangan kita di TP. Burung di jam tangan ku nongol ngumpet sebanyak 6 kalii. Inilah saatnya, mmakann… Kita bertiga dengan muka kampong nan sangar kaya orang pedalaman Afrika semangat melakukan survey. Sebisa mungkin mencari makanan yang murah, irit, banyak, dan gag perlu membebani kakek nenek moyang kita.

Solaria , hanya ini yang bisa membuatku sedikit berpikir bahwa “pertamina-lah” yang membuatnya. Kita bisa memilih solar, solar dex, maupun bio solar dengan harga yang beragam. Biaya ditetapkan berdasarkan tangki yang kita taruh di dalam perut kita.benarbenar bahwa sebenarnya ini adalah layanan fastfood yang menyenangkan.

Layaknya orang kaya yang lain, target kedua kita adalah Sogo. Bukan untuk shopping ato pun nggesekin banyak kartu. Tapi Cuma mau beteriak histeris dan stengah mnangis serta serasa ingin membanting smua barang yang memiliki angka 0 lebih dari 4 (contoh: 10.000, 20.000, 40.000, dst). Tappi ntah mngapa, gg ada hujan badai ato pun petir. Kita sepakat tuk mengurungkan niat, karma kita sadar klo Sogo takkan pnah rugi atas pbuatan norak kita ituu.

Sekeluarnya dari tempat barang-barang mahal, terpampang “Aquarium” besar di seberang sana. Terhitung 99 langkah kaki ku, 108,5 langkah kaki Inin, atau 111,11 langkah kaki Ila. Jangan terlalu diperhitungkan.!! Karna itu gg penting, Cuma bkin pusing ajja ^^v . Sebagai petanda klo kita pnah menjajaki tmapt itu, kita gg lupa tuk mngabadikany dengan kamera. Siap..1..2..3..jepret. moga nyak babe d ruma pada pecaya klo kita pnah ke moll.

Sebelum menuju bioskop, kita poto poto dulu di Phoo Box. Sebuah kotak nyentrik dengan kaca besar di dalamnya. Tak lupa itu kotak bisa mngluarkan suara jugag. Nang ndeso ra ono kotak koyo ngene iki,iki canggih tenan. Tibakno kuto iku koyo ngene toh moll’e. Di dalam itu kotak, kita smua pada pasang mukak aneh bin ajibb.! Mungkin bisa disandingkan dengan keajaiban dunia, kaya reliep reliep candi Borobubur gituu..

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8. [kurang puas.? Silahkan ulangi kmbali] 1, 2, 3, 4, 5, . . . . , 43, 44, 45. Jam 8 lebih 45 menit. Kalau saia menghitung sekarang tepat jam segitu. Waktunya nonton ”THE ORPHAN”. Sumpa tuh filem serem banget, ako aja mpe bawa emak + Al-Kitab + Dupa. Mempersiapkan segala sesuatunya serba belebihan. Padahal ewaktu melirik kanan kiri , orang-orang pada biasa ajja. Apa itu karma efek samping membawa pacar.? Jadi mreka sibug bermesr*an dgn pacar mreka dari pada memandang layar hitam begambar..

Penyiksaanko selesai tepat setepat tepatnya ketika 10.50 . TP serasa sunyi. Hal-hal parno mulai menggerayangi otak polos ku. Di mana seketika ku melihat cewe tinggi bekaki jenjang lewat hadapanku. Wwuuusshh….!! Astojimm..tuh cece cece cakep amat.? Mpe gg tahan ngliatiny. Hahahah :)) Serem banget pokony klo suru inget inget itu laggi

“Iya maa, ini kita uda pulang. Mama, tadi kita nonton jam 9. Jadi wajarlah klo jam sgini baru pulang TP. Blaa..blaa…bbla..” , tedengar suara mama ny Ila di balik BB gemininya. Waduhh , ptanda buruk ne baggi pejaka kaya ako. Dengan sdikit kpikiran masa lalu – masa depan di tambah beberapa suara di telpon tadi, aku melaju kluar TP dengan grogii., sampe sampe gugup pas omong sama mas mas pnjaga karcis mobil.

Serasa yang punya jalan. Malam malam gini surabaia sungguh sepi. Sepi dari pengamen, sepi dari penjual koran, sepi dari mana ya.? Yang ako tau di spot-spot tertentu ada yang ramai, seperti di bunderan Waru. Banyak tuh om om sangar pakek tanktop ungu bawahan rok cekak dan tak lupa stoking nya. Maunya kita betiga mampir,silaturahmi dulu. Tapi apa daya, waktu uda gg ada.

“Psstt…diem,jangan berisik. Ntar papanya bangun” , bisik mama nya Ila ketika menyambut kedatangan anak gadisnya itu. Dalam hati dan blum kesampean tuk mengucapkanya aku sempat mbatin, “Trima kasih tante gg mau marain aku, klo punya dendam hubungi saia di 0857 30 888 xxx” [teringat saat itu jam di alun-alun surabaia lagi jm 23.30]

Ila udah pulang, sekarang gadis kedua harus saia pulangkan. Pas suasana benar benar serius dan ketegangan sedang memuncak, Inin bisik bisik ke ako “Mok, mukak mu tadi tegang banget. Knapa to.?” Aku jawab aja dengan bisik bisik jugag, “sumpa . ako uda gg tahan. Pengen nangis. Nih yang d pantat uda nongol dikit, pengen cepet kluar”. PLAAKK.!! Karna kejorokan ku yang tak tahu tmpat waktu situasi kondisi itu, satu tamparan melayang ke pipi kananku. Untung aku sempet ngehindar dengan menolehkan wajah. Jadi pipi kanan selamat dan pipi kiri ngecap 5jari sebagai knangan hari Sabtu.

Inilah hal yang aku lakukan setibanya di rumah
1. Sungkem d tlapak kaki ibu ,soalnya dia uda bukain aku pintu pagar
2. Bukak celana, bok*r - b*ker
3. Kirim sms untuk kedua gadis itu [guud nigt , swiit driim]
4. Tesenyum bahagia slama tidur :D

____________________________THE END____________________________

Sebuah Karya Penuh Imajinasi Yang Menjawab "KENAPA AKU SELALU MENUTUPI RAMBUT" | diperlukan imajinasi dan niat untuk membacanya

Sabtu , 22 Agustus 2009

Hari ini semua sekolah sedang libur, libur tuk mengawali puasa yang dilakukan selama 1bulan penuh. Berkat adanya kebijakan untuk meliburkan sekolah, puasa pertamapun bisa hadir di hari ini. Ini nih yang di tunggu anak-anak muda. Mereka bisa cabut dari paghi dan balik waktu makan malam. Gag beda jauh ma aku. Aku yang terbiasa tidur di rumah, kini punya kebranian tuk cabut mencari kesenangan di luar sana

Langkah awal yang kuambil untuk mengawali ini smua adalah mencari taman yang puny pohon besar bedaun lebat dan di lalu lalangi cewe2 muda. Ketika ku mulai membuka pintu, aku terkaget-kaget. Matahari yang biasanya selalu menyambutku, kini tlah bemuka dua. Ya amphuunn..muka keduanya sungguh jelek banget dan ber-aura negatif. Itu semua tampak dari cahya panas yang ia pancarkan ke depan rumahku. Dengan sigap ku langsung menutup pintu dan lari ke kamar mama. Humff..akhirnya ketemu jugha. thaa..thaa... "SunBlock" ksayangan mama. Kini dgn sunblok yg melekat di kulitku, aku brani tuk keluar rumah.

Detik di jam tangan ku udah beputar 200kali melewati angka 12. Itu berati aku pegi jauh dari rumah sekitar 30mnit. Jiahh..sungguh pecuma dan melelahkan, taman yg kuimpikan tak mampu kutemukan. Mana sepetinya sunblok yang saia pake tak befungsi laghi.. Mari kita lihat, ini tampak dari melelehnya cairan lengket dikulitku. seharusny tuh ia menangkis cahaya matahari, bukannya kaya minyak goreng yg makin panas mengiringi smakin trangnya sinar mentari. Sial.!! Ini barang cacat pabrik ato kulitku yg tak cocok.? Dasar kulit badak. Sudah, lupakan hal itu, mari kita melihat ke depan. Di sana tampak gerobak dorong Es Dawet. Hmm..pasti seger dan bisa bikin ku gg bete laghi [maav sbelumny. Aku tuh bukan islam, tapi kristen. Jadi ya gg ikut-ikutan puasa]. Dengan satu langkah besarku, kupijakkan ini kaki tepat di sebelah itu gerobak. "Om..om..satu gelas dunk,yang banyak es ny. hauus nihh..", pintaku pada dia. Tak kalah polosnya ia menjawab, "Adeekk..mau pake es serut, ato yang balok.??" Sumpah, wajah imut pedagang itu bikin aku mual. Tampang garangnya yang bagiku kaya P*k R*den, tak cocok dengan kepolosannya.

Habis sudah es yang aku beli, kini saatnya untuk ngelamun. Terpandang lurus dgn mata yg tajam dan menahan tawa, terlihatlah sebuah "Salon Kecantikan" di hadapanku. Aku bingung dengan orang-orang yang keluar dari salon itu. Orang pertama,cewek kulit hitam bersama rambut lurusnya masuk ke dalam salon itu. Saat keluar,alamaakk... kog bisa jadi keren gitu. Tubuhnya tampak basah dan berkelap-kelip penuh glitter, rambutnya jadi spiral layaknya mbak2 dangdutan sebelah rumahku. Kini saatnya orang kedua, cewek kulit putih memanggul rambut keriting di kepalanya. Hayoo...maen tebak-tebakan yuk. Ntar dia keluar kaya apa ya.? Kriieekk..terdengar suara pintu salon yang terbuka. Buuseeetthh.!! Ia tak kalah keren dgn cewe pertama. Seketika rambutnya yang bergelombang ia hempaskan di udara, sebelum bejalan ia juga sempat membusungkan dada. Jadi ingat A*ra K*asih di iklan "Gre*n T*a" ajha..

Wii..pengen, aku udah mupenk banget. ku juga bosan dgn rambut ikal yg tumbuh di atas kepala ini. Dengan bermodalkan 200rebu, aku masuk ke sana. "Selamat datang.. " suara yang mirip desahan Mar*a Ozaw* ini menyapaku. Yaa amphuunn..kaya mimpi aja, tenyata itu suara dia. Sang Banci Salon. Oh God, badannya berotot..kaya pemandu fitnes. Apa laghi mukaknya, so cool. Kaya V*no G.Bast*ian. Hummlove it. "Bhismo sadar Bhismo!! Kamu tuh cowo tulen, masih waras lagi. Masa mau ma banci gituan" , itulah teriakan hati kecilku yg membuatku sadar dalam memandang kehidupan. "Slamat siang ganteng, ada yg mau dibantuin.?" , tanyanya mengulang petanyaan tadi. Ya aku jawab, "Gini, ini ada masalah penting bgt. Ku ragu kamu bisa melakukannya untukku." Banci itu menjawabku, "Kamu meragukan diri saia ini.?" Aku jawab laghi, "Bukan,bukan itu maksutku. Aku cuma pengen punya rambut lurus, kaya orang2 cakep gituu.." Happ..!! Dengan tangan kekarnya ia menggandengku menuju ke kursi salon. Ia memasangkan celemek pink di badan ku dan berucap, "Huu..cakep banget" Sial, dia menggodaku laghi. Aku gg boleh luluh sama gombalan dia, itu semua palsu.

Satu jam tlah belalu, itu juga mengakiri step pertama dr proses ion ini. Lalu satu jam lagi juga udah belalu, itu untuk mencucui rambut dan aku yang pegi jajan d kantin salon. Setelah kenyang, aku balik ke kursi salon tuk mlanjutkan proses ion. 30mnit ptama stelah aku duduk, ku habiskan waktu untuk mngumpulkan rasa kantuk yang akhirnya bisa membuat ku tidur selama 2jam-an. Hembusan angin hangat menembus telinga kananku dan keluar dari telinga kiri, tedengar suara sayu mendesah, "Ayo cakep bangun, uda slese nih. A'ak kramasin ya.." Dengan setengah sadar aku tebangun, kupindahkan diri ke kursi cuci rambut. Pijatan lembut yang ia lakukan tehadapkum membuatku larut tehanyut kembali ke alam tidur."

Setelah puas bermimpi, aku puuskan untuk bangun. Heran banget aku, kog bisa ya aku tebangun di kursi salon. padahal kan tadi lagi cuci rambut. Ternyata..aku digendong sama banci itu, hii...najisz. Tapi tak apalah, udah telanjur. Mau di apain lagi coba, yang penting dia gg khilaf aja itu sudah cukup.

Selesai juga proses ionku. Kini kukumpulkan segenap kebranian tuk memandang kaca di depanku. Astadjiimm.. Wajah sapa itu.? Satu perubahan kecil yang bisa bikin hal baru. Apa ini penampilan baruku.? Tidhaakk..!! Jeleg banged. Aku cuma bisa mbatin, kcewa, dan teharu. Kan kasian klo aku omong jujur ke banci ituu. Hilang sudah 150rebu ku untuk model gg jelas gini. Waaa..!! Jangan-jangan keluargaku di rumah tak mengenali aku laghi, gawat.!! Jangan sampe itu tejadi, ntar aku gg bisa manja2an lagi dunk

1,2,7,22,....,68,102,169 langkah tlah kuayunkan. Akhirnya ini kaki bisa mngantarku tiba di depan pagar rumah. Kuketuk pintu rumah tiga kali dan berucao, "Awas, ada orang mau masuk." Tanpa disadari maupun tidak,ada sepasang sorot mata yang memperhatikanku dari jendela kamar, "Mami..mami..ada tamu mami." Akhirnya mamaku keluar jugha. Dengan pandangan cantik khas mama ku, ia tak sadar klo aku ini orang yg slalu ia manja. Jlebh..hatiku tetusuk apa ini.? Ya ampuun, mama kandungku sampe gg mngenaliku laghi. Hanya dengan cara ini aku bisa myakinkan dirinya. Segera ku lepas bajuku dan kutunjukkan punggung penuh goresan seni artistk yg terbuat dari sayatan tebah-lidi, "Mama ingat penah membuat ini semua.?" Entah kenapa mama langsung mendekapku dan bilang, "Anakku..aku mama merindukanmu. Kemana aja kamu selama 8jam ini.?"

Oh Tuhan , makhluk macam apa aku ini. Aku baru mencoba tuk mencari hiburan sbentar di luar sana. Tapi di rumah ini, orang tuaku telah menangisi kepergianku. Maafkan aku mama...


____________________________________________________________________
saia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar" nya kepada :
TUHAN , THANX GOD ATAS OTAK DAN NIAT YANG KAU ANUGRAHKAN PADAKU
1.Pak Danang yang udah tak mnyinggung saia saat plajaran Sejarahny
2.Pak Herman yang juga membiarkan saia sibugh dgn karya ini slama plajaran Agama
3.Yudis yang udah kasi media tulis 2krtas binder
4.Iven yg juga ikut2an kasiin aku 1lmbar krtas binder
5.Gerry yg mau pinjimin pnghapus ksayangannya , dan
6.Ditya yang modalin aku isi pensil cetekan 0.5mm

crita ini dibuat saat skola . dari jam 11.00 - 01.40
plajaran sjarah , istirahat , dan plajaran agama

Saat-saat genting ketika bertugas mendokumentasikan MOS St.Carolus 2009

Selasa, 07.07.09 , ini merupakan hari awal d mana aku bserta panitia yg lain harus datng pagi2 k skola utk mmberikan pngarahan ttg acara MOS Carolus [MOSCAR] . D sini saia mnjabat sebagai "SIE DOKUMENTASI". D mana saia hrus menggendong sebuah alpha kmana2. Ak tk tahu knapa hrus bgitu, mgkin it agar ak kliatn keren dn slalu d phatiin oleh para peserta MOSCAR. Pada intiny hari nol mos dpt saia lewati tnpa halangan yg berarti

Kamis, 09.07.09 , hari pertama MOSCAR . Wahh..sebage orang baru , saia merasa deg2an sekali . Ap lagi d suruh datg skola sbelum pkul 5pagi, wahh edan.!! Terkadang dapat kurasakan jantung ini berdetak tak knal waktu . Bage seorang pjaka yg hndak malm ptama :D. Dgn sigap setiap momen yg ad saia ambil . tak knal lelah saia berlari mengikuti smua orang yg ada. Namun pd jam 12 tpat , entah ad stan ap yg hadir . Tiba2 memori alpha ku penuh. Spontan ak pun bngung dn berteriak mngapa terjadii..kpada diriiku . aku tak prcaya kau telah tiadaa... Akhirny dgn rasa sesal yg ad , saia trpaksa mnghentikn tugas sbelum hari ptama MOS berakir

Jumat, 10.07.09 , pagi pagi buta ku prgi sekolah lagi. bawa barang ini itu oh banyk sekalii. bla bla bla bla.... itu hny lah sepenggal lagu dgn bekgron music NAIK DELMAN . Kalian tau ap yg tjadi pd hari ini.? Tpat pada pkul 05.33 aku blg gini ke k'Boy "kak , mau surpris gg.? tp jgn marah ktawa kcwa n sdih. ok.?" . Dn dy pun mau tau ad ap gerangan d balik rasa ceriaku ini. Ak pun bilang dgn polosnya "tha..tha..ak gg bawa batre. hahah :D" Itulah hal terkonyol yg kulakukan sebage org yg mrangkak tuk mnjadi potograper. Akirnya ak d hukum suruh pulg tuk mngambil batre. namun setibany d rumah , saia masih smpat utk sarapn dn mnum teh dulu..

Sabtu, 11.07.09 , AKHIR DARI SEMUA AKHIR . Karier ku berhrnti d sini . Aku tlah mmbunuh alpha ku . karna saking nafsunya , pnggulku main kasar dgn LCD ny si Alpha. waktu itu dy ku bawa d bahu kanan kuu..1tatapan,2tatapan,dn 3tatapan. kratak.!! selaput darany sobek. pecah deh LCD ny...Itu mrupakan sbuah hantaman keras dari tulang pinggul dgn layar alpha . Mana hari masih pagi skali , dn ak lum bereksperimen mncoba gaya baru dgn ny. Tapi mau gmana laghi .. Kini ia terbaring lemas d kasur, dn aku gg isa main lagi bersama ny. T__T


pada intiny ad 3 kbodohan dlm 3hari
H1...memori full
H2...gg bawa batre
H3...memecahkan LCD
dn kini aku hany brharap kpd alpha
agar ia tabah mnghadapi kjam ny si MAJIKAN :)

Pembuatan Blog Baru

Isenk isenk Bhismo ANanta Nugroho (Bhismo) bikin blog , tujuannya ya cuma sekedar numpang populer. Banyak orang yang sukses akibat punya blog dan setiap bulanya mendapat penghasilan. Entah dari mana itu. Yang pasti menggiurkan banget.

Dengan bermodalkan bhismoananta.blogspot.com , Bhismo mulai melakukan aksinya. Ia menulis beberapa karya tidak jelasnya. Kebanyakan berisi seperti cerita harian dengan kata-kata yang susah dipahami, teriakan hati dan otak, kata2 indah yang begitu saja terlontar dari mulut, dan semuanya tentu saja sudah diberi sentuhan seni.

Oke, itu saja. ayo kita mulai coba membaca apa yang ada di sini :)
Happy Reading