Laman

Jumat, 19 Februari 2010

cerita yang belum selesai..

Inilah saat-saat yang membuatku gundah gulana. Ketika bumi makin redup dan besiap menjadi gelap. Terlihat jarum pendek menunjuk angka 2 dan yang panjang lebih memilih angka 5. Ghiilaak.!! ako lupa..hari ini ada janji nonton ma dua gadis, sebut aja Inin sama Ila. Dengan bemodalkan secarik kertas ako merangkai waktu, ini nih hasilnya : 10menit mandi, 5menit boker, 7menit santai-santai, 8menit makan, dan 5menit lagi istirahat. Jadi terkumpul 35menit yang sangat efisien.

Tepat jam3, ku kebut si L 14 AR punya mama kea rah Delta Sari. Gadis pertama yang terjemput adalah Inin, selamat anda beruntung. Pukul 15.45 , ako tiba di rumahnya. Karna gg brani mencet tombol bunyi di pagar, ako lebih memilih menunggu di dalam mobil hingga Inin keluar untuk menjemputku.

Seketika diriku terbangun, terlihat ada 3pasang mata menerawang paksa ke dalam mobil. Jangan jangan aku diintipin pas tidur tadii. Dengan kecepatan kilat,segera kututup kedua mata dengan tangan indahku. Tapii pecuma, karma itu mustahill banget.

Karna bosan menunggu, aku samperin tuh pintu pagar. Berusaha menerobosnya dengan aksi yang cool. Memanjat, merangkak, melompati, dan tejatuh. Hahaha,sungguh keren bukan.? BEGGOOG.!! ako tuh tamu, kog blagak kaya maling. Dengan sdikit penyesalan ku berbalik arah dan kembali ke arah luar pagar.

Setelah melewati basa basi yang menguras raga dan batin. Kuteguk es the manis yang tesedia di hadapanku. Ahh..leeggaa.. habis sudah semua suguhan yang adda. Dengan tampang tanpa penyesalan, ku tinggalkan itu rumah sembari menculik sang gadis tuk mlanjutkan ptualangan ke rumah Ila.

Ghilee bener ni rumah, sepii amat. Kmana smua penghunya.? Coba bayangkan.! Pintu pagar di rantai rangkap 3. Korden di tutup hingga tak bisa d iintip. Dan yang paling menjengkelkan di atas pintu ada tulisan ”ngamen gratis”. Gmana gg tesinggung coba..

Waktu aku coba mendekat ke pagar, ada tulisan PRESS IT. artinya appa ya.? Setauku yang ada itu PHRESS TEA. Coba ahh ako sentuh. Tett..toott.. Tett..toott.. Dalam hitungan kurang dari 4detik, dari balik pintu muncul seseorang. Klo di trawang, dia beneran orang. Tappii….coba kita phatikan : ia berambut panjang, pakai baju putih, celana panjang warna item, dan finishing selop item. Orang, aku yakinn dia orang.!

Dengan formasi 2-1. Aku – Inin di depan. Ila di belakang. Kita telah siap menuju TP. Jam kita cocokkan tepat pada 17.00 , nggag boleh kurang ato pun belebihan. Takut korup / mubazir. Peegeell.!! Sejak kapan surabaia ko macet.? Serasa jadi orang bego saia, masa nae mobil tapi lebih banyak diemnya di sepanjang A.Yani. parahnya bukan karma macet, tappi banyk sepeda motor yang coba ako serempetin sama si “L 14 AR”. Ternyata si LIAR emang paling jaggoo..

Suara Adzan Maghrib mengiringi kedatangan kita di TP. Burung di jam tangan ku nongol ngumpet sebanyak 6 kalii. Inilah saatnya, mmakann… Kita bertiga dengan muka kampong nan sangar kaya orang pedalaman Afrika semangat melakukan survey. Sebisa mungkin mencari makanan yang murah, irit, banyak, dan gag perlu membebani kakek nenek moyang kita.

Solaria , hanya ini yang bisa membuatku sedikit berpikir bahwa “pertamina-lah” yang membuatnya. Kita bisa memilih solar, solar dex, maupun bio solar dengan harga yang beragam. Biaya ditetapkan berdasarkan tangki yang kita taruh di dalam perut kita.benarbenar bahwa sebenarnya ini adalah layanan fastfood yang menyenangkan.

Layaknya orang kaya yang lain, target kedua kita adalah Sogo. Bukan untuk shopping ato pun nggesekin banyak kartu. Tapi Cuma mau beteriak histeris dan stengah mnangis serta serasa ingin membanting smua barang yang memiliki angka 0 lebih dari 4 (contoh: 10.000, 20.000, 40.000, dst). Tappi ntah mngapa, gg ada hujan badai ato pun petir. Kita sepakat tuk mengurungkan niat, karma kita sadar klo Sogo takkan pnah rugi atas pbuatan norak kita ituu.

Sekeluarnya dari tempat barang-barang mahal, terpampang “Aquarium” besar di seberang sana. Terhitung 99 langkah kaki ku, 108,5 langkah kaki Inin, atau 111,11 langkah kaki Ila. Jangan terlalu diperhitungkan.!! Karna itu gg penting, Cuma bkin pusing ajja ^^v . Sebagai petanda klo kita pnah menjajaki tmapt itu, kita gg lupa tuk mngabadikany dengan kamera. Siap..1..2..3..jepret. moga nyak babe d ruma pada pecaya klo kita pnah ke moll.

Sebelum menuju bioskop, kita poto poto dulu di Phoo Box. Sebuah kotak nyentrik dengan kaca besar di dalamnya. Tak lupa itu kotak bisa mngluarkan suara jugag. Nang ndeso ra ono kotak koyo ngene iki,iki canggih tenan. Tibakno kuto iku koyo ngene toh moll’e. Di dalam itu kotak, kita smua pada pasang mukak aneh bin ajibb.! Mungkin bisa disandingkan dengan keajaiban dunia, kaya reliep reliep candi Borobubur gituu..

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8. [kurang puas.? Silahkan ulangi kmbali] 1, 2, 3, 4, 5, . . . . , 43, 44, 45. Jam 8 lebih 45 menit. Kalau saia menghitung sekarang tepat jam segitu. Waktunya nonton ”THE ORPHAN”. Sumpa tuh filem serem banget, ako aja mpe bawa emak + Al-Kitab + Dupa. Mempersiapkan segala sesuatunya serba belebihan. Padahal ewaktu melirik kanan kiri , orang-orang pada biasa ajja. Apa itu karma efek samping membawa pacar.? Jadi mreka sibug bermesr*an dgn pacar mreka dari pada memandang layar hitam begambar..

Penyiksaanko selesai tepat setepat tepatnya ketika 10.50 . TP serasa sunyi. Hal-hal parno mulai menggerayangi otak polos ku. Di mana seketika ku melihat cewe tinggi bekaki jenjang lewat hadapanku. Wwuuusshh….!! Astojimm..tuh cece cece cakep amat.? Mpe gg tahan ngliatiny. Hahahah :)) Serem banget pokony klo suru inget inget itu laggi

“Iya maa, ini kita uda pulang. Mama, tadi kita nonton jam 9. Jadi wajarlah klo jam sgini baru pulang TP. Blaa..blaa…bbla..” , tedengar suara mama ny Ila di balik BB gemininya. Waduhh , ptanda buruk ne baggi pejaka kaya ako. Dengan sdikit kpikiran masa lalu – masa depan di tambah beberapa suara di telpon tadi, aku melaju kluar TP dengan grogii., sampe sampe gugup pas omong sama mas mas pnjaga karcis mobil.

Serasa yang punya jalan. Malam malam gini surabaia sungguh sepi. Sepi dari pengamen, sepi dari penjual koran, sepi dari mana ya.? Yang ako tau di spot-spot tertentu ada yang ramai, seperti di bunderan Waru. Banyak tuh om om sangar pakek tanktop ungu bawahan rok cekak dan tak lupa stoking nya. Maunya kita betiga mampir,silaturahmi dulu. Tapi apa daya, waktu uda gg ada.

“Psstt…diem,jangan berisik. Ntar papanya bangun” , bisik mama nya Ila ketika menyambut kedatangan anak gadisnya itu. Dalam hati dan blum kesampean tuk mengucapkanya aku sempat mbatin, “Trima kasih tante gg mau marain aku, klo punya dendam hubungi saia di 0857 30 888 xxx” [teringat saat itu jam di alun-alun surabaia lagi jm 23.30]

Ila udah pulang, sekarang gadis kedua harus saia pulangkan. Pas suasana benar benar serius dan ketegangan sedang memuncak, Inin bisik bisik ke ako “Mok, mukak mu tadi tegang banget. Knapa to.?” Aku jawab aja dengan bisik bisik jugag, “sumpa . ako uda gg tahan. Pengen nangis. Nih yang d pantat uda nongol dikit, pengen cepet kluar”. PLAAKK.!! Karna kejorokan ku yang tak tahu tmpat waktu situasi kondisi itu, satu tamparan melayang ke pipi kananku. Untung aku sempet ngehindar dengan menolehkan wajah. Jadi pipi kanan selamat dan pipi kiri ngecap 5jari sebagai knangan hari Sabtu.

Inilah hal yang aku lakukan setibanya di rumah
1. Sungkem d tlapak kaki ibu ,soalnya dia uda bukain aku pintu pagar
2. Bukak celana, bok*r - b*ker
3. Kirim sms untuk kedua gadis itu [guud nigt , swiit driim]
4. Tesenyum bahagia slama tidur :D

____________________________THE END____________________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar