Sabtu , 22 Agustus 2009
Hari ini semua sekolah sedang libur, libur tuk mengawali puasa yang dilakukan selama 1bulan penuh. Berkat adanya kebijakan untuk meliburkan sekolah, puasa pertamapun bisa hadir di hari ini. Ini nih yang di tunggu anak-anak muda. Mereka bisa cabut dari paghi dan balik waktu makan malam. Gag beda jauh ma aku. Aku yang terbiasa tidur di rumah, kini punya kebranian tuk cabut mencari kesenangan di luar sana
Langkah awal yang kuambil untuk mengawali ini smua adalah mencari taman yang puny pohon besar bedaun lebat dan di lalu lalangi cewe2 muda. Ketika ku mulai membuka pintu, aku terkaget-kaget. Matahari yang biasanya selalu menyambutku, kini tlah bemuka dua. Ya amphuunn..muka keduanya sungguh jelek banget dan ber-aura negatif. Itu semua tampak dari cahya panas yang ia pancarkan ke depan rumahku. Dengan sigap ku langsung menutup pintu dan lari ke kamar mama. Humff..akhirnya ketemu jugha. thaa..thaa... "SunBlock" ksayangan mama. Kini dgn sunblok yg melekat di kulitku, aku brani tuk keluar rumah.
Detik di jam tangan ku udah beputar 200kali melewati angka 12. Itu berati aku pegi jauh dari rumah sekitar 30mnit. Jiahh..sungguh pecuma dan melelahkan, taman yg kuimpikan tak mampu kutemukan. Mana sepetinya sunblok yang saia pake tak befungsi laghi.. Mari kita lihat, ini tampak dari melelehnya cairan lengket dikulitku. seharusny tuh ia menangkis cahaya matahari, bukannya kaya minyak goreng yg makin panas mengiringi smakin trangnya sinar mentari. Sial.!! Ini barang cacat pabrik ato kulitku yg tak cocok.? Dasar kulit badak. Sudah, lupakan hal itu, mari kita melihat ke depan. Di sana tampak gerobak dorong Es Dawet. Hmm..pasti seger dan bisa bikin ku gg bete laghi [maav sbelumny. Aku tuh bukan islam, tapi kristen. Jadi ya gg ikut-ikutan puasa]. Dengan satu langkah besarku, kupijakkan ini kaki tepat di sebelah itu gerobak. "Om..om..satu gelas dunk,yang banyak es ny. hauus nihh..", pintaku pada dia. Tak kalah polosnya ia menjawab, "Adeekk..mau pake es serut, ato yang balok.??" Sumpah, wajah imut pedagang itu bikin aku mual. Tampang garangnya yang bagiku kaya P*k R*den, tak cocok dengan kepolosannya.
Habis sudah es yang aku beli, kini saatnya untuk ngelamun. Terpandang lurus dgn mata yg tajam dan menahan tawa, terlihatlah sebuah "Salon Kecantikan" di hadapanku. Aku bingung dengan orang-orang yang keluar dari salon itu. Orang pertama,cewek kulit hitam bersama rambut lurusnya masuk ke dalam salon itu. Saat keluar,alamaakk... kog bisa jadi keren gitu. Tubuhnya tampak basah dan berkelap-kelip penuh glitter, rambutnya jadi spiral layaknya mbak2 dangdutan sebelah rumahku. Kini saatnya orang kedua, cewek kulit putih memanggul rambut keriting di kepalanya. Hayoo...maen tebak-tebakan yuk. Ntar dia keluar kaya apa ya.? Kriieekk..terdengar suara pintu salon yang terbuka. Buuseeetthh.!! Ia tak kalah keren dgn cewe pertama. Seketika rambutnya yang bergelombang ia hempaskan di udara, sebelum bejalan ia juga sempat membusungkan dada. Jadi ingat A*ra K*asih di iklan "Gre*n T*a" ajha..
Wii..pengen, aku udah mupenk banget. ku juga bosan dgn rambut ikal yg tumbuh di atas kepala ini. Dengan bermodalkan 200rebu, aku masuk ke sana. "Selamat datang.. " suara yang mirip desahan Mar*a Ozaw* ini menyapaku. Yaa amphuunn..kaya mimpi aja, tenyata itu suara dia. Sang Banci Salon. Oh God, badannya berotot..kaya pemandu fitnes. Apa laghi mukaknya, so cool. Kaya V*no G.Bast*ian. Hummlove it. "Bhismo sadar Bhismo!! Kamu tuh cowo tulen, masih waras lagi. Masa mau ma banci gituan" , itulah teriakan hati kecilku yg membuatku sadar dalam memandang kehidupan. "Slamat siang ganteng, ada yg mau dibantuin.?" , tanyanya mengulang petanyaan tadi. Ya aku jawab, "Gini, ini ada masalah penting bgt. Ku ragu kamu bisa melakukannya untukku." Banci itu menjawabku, "Kamu meragukan diri saia ini.?" Aku jawab laghi, "Bukan,bukan itu maksutku. Aku cuma pengen punya rambut lurus, kaya orang2 cakep gituu.." Happ..!! Dengan tangan kekarnya ia menggandengku menuju ke kursi salon. Ia memasangkan celemek pink di badan ku dan berucap, "Huu..cakep banget" Sial, dia menggodaku laghi. Aku gg boleh luluh sama gombalan dia, itu semua palsu.
Satu jam tlah belalu, itu juga mengakiri step pertama dr proses ion ini. Lalu satu jam lagi juga udah belalu, itu untuk mencucui rambut dan aku yang pegi jajan d kantin salon. Setelah kenyang, aku balik ke kursi salon tuk mlanjutkan proses ion. 30mnit ptama stelah aku duduk, ku habiskan waktu untuk mngumpulkan rasa kantuk yang akhirnya bisa membuat ku tidur selama 2jam-an. Hembusan angin hangat menembus telinga kananku dan keluar dari telinga kiri, tedengar suara sayu mendesah, "Ayo cakep bangun, uda slese nih. A'ak kramasin ya.." Dengan setengah sadar aku tebangun, kupindahkan diri ke kursi cuci rambut. Pijatan lembut yang ia lakukan tehadapkum membuatku larut tehanyut kembali ke alam tidur."
Setelah puas bermimpi, aku puuskan untuk bangun. Heran banget aku, kog bisa ya aku tebangun di kursi salon. padahal kan tadi lagi cuci rambut. Ternyata..aku digendong sama banci itu, hii...najisz. Tapi tak apalah, udah telanjur. Mau di apain lagi coba, yang penting dia gg khilaf aja itu sudah cukup.
Selesai juga proses ionku. Kini kukumpulkan segenap kebranian tuk memandang kaca di depanku. Astadjiimm.. Wajah sapa itu.? Satu perubahan kecil yang bisa bikin hal baru. Apa ini penampilan baruku.? Tidhaakk..!! Jeleg banged. Aku cuma bisa mbatin, kcewa, dan teharu. Kan kasian klo aku omong jujur ke banci ituu. Hilang sudah 150rebu ku untuk model gg jelas gini. Waaa..!! Jangan-jangan keluargaku di rumah tak mengenali aku laghi, gawat.!! Jangan sampe itu tejadi, ntar aku gg bisa manja2an lagi dunk
1,2,7,22,....,68,102,169 langkah tlah kuayunkan. Akhirnya ini kaki bisa mngantarku tiba di depan pagar rumah. Kuketuk pintu rumah tiga kali dan berucao, "Awas, ada orang mau masuk." Tanpa disadari maupun tidak,ada sepasang sorot mata yang memperhatikanku dari jendela kamar, "Mami..mami..ada tamu mami." Akhirnya mamaku keluar jugha. Dengan pandangan cantik khas mama ku, ia tak sadar klo aku ini orang yg slalu ia manja. Jlebh..hatiku tetusuk apa ini.? Ya ampuun, mama kandungku sampe gg mngenaliku laghi. Hanya dengan cara ini aku bisa myakinkan dirinya. Segera ku lepas bajuku dan kutunjukkan punggung penuh goresan seni artistk yg terbuat dari sayatan tebah-lidi, "Mama ingat penah membuat ini semua.?" Entah kenapa mama langsung mendekapku dan bilang, "Anakku..aku mama merindukanmu. Kemana aja kamu selama 8jam ini.?"
Oh Tuhan , makhluk macam apa aku ini. Aku baru mencoba tuk mencari hiburan sbentar di luar sana. Tapi di rumah ini, orang tuaku telah menangisi kepergianku. Maafkan aku mama...
____________________________________________________________________
saia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar" nya kepada :
TUHAN , THANX GOD ATAS OTAK DAN NIAT YANG KAU ANUGRAHKAN PADAKU
1.Pak Danang yang udah tak mnyinggung saia saat plajaran Sejarahny
2.Pak Herman yang juga membiarkan saia sibugh dgn karya ini slama plajaran Agama
3.Yudis yang udah kasi media tulis 2krtas binder
4.Iven yg juga ikut2an kasiin aku 1lmbar krtas binder
5.Gerry yg mau pinjimin pnghapus ksayangannya , dan
6.Ditya yang modalin aku isi pensil cetekan 0.5mm
crita ini dibuat saat skola . dari jam 11.00 - 01.40
plajaran sjarah , istirahat , dan plajaran agama
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar