Lagi-lagi begini, lagi lagi begitu, lagi lagi dan lagi, selalu saja seperti ini. Aku gg tau sebenernya diriku punya daya tarik seperti apa. Tapi jabatan Seperti Orang Ketiga (SO3) selalu melekat erat disamping jabatanku sebagai pelajar. Seorang anak kelas 2 SMA yang kurang beruntung dalam hal cinta (coba baca entry sebelumnya), namun selalu dapat jatah unuk menjadi SO3. Saya perjelas, SO3 yang saya maksud ini adalah sebuah peran yang terletak diantara teman – ..... – sahabat. Namun efek sampingnya saya dianggap sama si cowo dari cewe yang bersangkutan bahwa saya sebagai orang yang mempunyai rencana untuk ngerampas hati si cewe. Sekali lagi saya tekankan “Saya Tidak Mau Ngerebut Si Cewe”.
Mengingat diri di masa lampau, saat dinosaurus baru saja musnah dan aku menduduki kelas 2 SMP. Waktu itu terkenang saya baru saja lulus S1 dengan sarjana playboy, kenapa.? Ya karena sebagai pendatang baru yang udah punya cewe, saya mendapatkan jabatan SO3 bersama 3gadis dalam waktu kurang dari 1tahun. Masa keemasan yang takkan pernah terulang kembali. Dengan memegang teguh SO3, saya bisa melewati cewe pertama dan kedua dengan mulus tanpa ada konflik sosial dan kemajemukan. Namun perjalanan sempat terhambat pada cewe ketiga karena di balik wajah jomblonya, dia adalah gebetan dari temanku. Dan ujung-ujungnya saya ditendang jauh dari sebuah komunitas perkumpulan grup genk-nya anak-anak SMP.
Ketika duduk di kelas 3 dengan status perjaka jomblo. Saya mulai melepas gelar ke-playboy-an saya dan mulai melupakan jabatan SO3. Intinya lebih berhati-hati dalam memilih cewe, lebih selektif dalam berteman dengan cewe, dan menolak semua cinta dari mereka. Bukan bermaksud belagu, menyombongkan diri, atau sok cakep. Tapi lebih tepatnya karena status sosial membedakan kita. Aku cowo, mereka waria. Pada hukun Adam-hawa, e=m.c2 ,dan manusia masih berupa monyet. Jeruk makan jeruk itu tidak bisa, ntar yang ada 2 pedang saling bertubrukan. Dengan sikon seperti ini saya tepaksa hidup sebagai manusia biasa melewatkan sisa-sisa SMP hingga mendapatkan hasil UNAS 10 + 0.9 (bila di bagi 3). Padahal UNAS ada 4 mapel.
SMA kelas 1, petualangan cinta ku masih berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada hal yang bisa di banggakan. Cewek belum dapat, gebetan tak punya, S1 gelar Playboy tak terpakai, dan jabatan sebagai SO3 masih belum bisa saya dapatkan kembali. Tahun ini lebih suram dari tahun sebelumnya. Karena permintaan pasar (permointaan para cewe) mulai beralih ke cowo yang lebih tua. Sedangkan saya di sana adalah adik kelas yang masih muda imut dan polos. Dan hanya dengan mengedipkan mata, 1 tahun d SMA mampu aku lewati tanpa meninggalkan jejak cinta.
Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, kini saya mampu menjadi anak kelas 2 SMA yang memilih Ilmu Sosial sebagai kehidupan yang akan datang. Pada tahun ini juga mulai ada matahari yang menyinari gelapnya wajahku dan lambat-melambat saya bisa berdekatan dengan beberapa cewe. 6bulan telah berlalu dan saya sudah mengumpulkan 4orang cewe, 1jomblo dan sisanya punya orang. Tak habis pikir kenapa aku melakukan itu, ini kan kriminalitas akan perasaan.!? No Probs.!! Karna aku hanya menjadi SO3.
Cewe pertama yang aku dapatkan adalah tak lain sahabat dari SMP (At**), emang sih tak dapat di pungkiri dulu aku sempet suka ma dia. Tapi gg kesampaian, ini bertemu lagi. Visi misi awalku adalah mendapatkan hatinya, tapi karna dia sering putus-dapet baru. Ku ubah visi misi ini menjadi sahabat yang terbaik. Kini perasaan sayang yang kumiliki telah kualihkan menjadi rasa persahabatan.
Cewe Kedua, banyak memori tentang dia memenuhi otakku. Sombong atau tidak, aku cuma mau memamerkan dia adalah mantanku waktu smp kls 1 yang bertahan 1tahun 1bulan ++ (Og**). Dia ini udah punya cowo,cowo nya adalah sahabatku sendiri. Entah dapat perlindungan hukum cinta SO3 dari mana, yang pasti aku deket ma dia tidak ada yang ngelarang, marah, ataupun cemburu.
Cewe ketiga, sumber masalah. Aku ingat aku deket sama dia (Div**) karna aku pingin belajar dunia dewasa. Entah itu nongkrong di warung dangdut, mbaca majalah dewasa di perpustakaan kota, ngecengin cewe-cewe tua, dsb. Dia punya cowo yang super duper sangat very so galak tampangnya. Tapi omongan si Div** seolah2 memberiku perlindungan sebagai SO3. Dan pada akhirnya dia berkhianat, dia meminta pendapatku tentang cowonya. Otomatis saya menjawab jujur dengan harapan dia bisa menjaga rahasia. That’s my opinion, sak jujurku kate omong opo.!! Tapi dia malah memberitahu ke teman-teman apabila saya ini menjelek-jelekkan cowonya tanpa menunjukkan pertanyaan darinya. Dan endingnya dia mencariku, saya buronan dia polisi. saya telah mencoba bersembunyi dengan cara tidak keluar rumah. Tapi dia pintar, hanya dalam waktu 2hari dia mampu menemukan rumahku. Terlabraklah aku di depan rumah dan keluarga ku sendiri. Ini pelajaran, aku harus lebih teliti lagi dalam mendekati cewe. Karna tak semua orang bisa memberi perlindungan dan semua orang mampu berkhianat.
Cewe terakhir yang mengisi agenda ku adalah Fi**. Dia mantan “......” saat aku kelas 3SMP les di Primagam* Gayung Sari. Entah berapa tahun kami dekat, karna takadakata putus terucap dari mulut. Sejujurnya aku juga lupa gimana aku bisa ngedapetin dia, pacaran atau tidak aku juga gg tau. No Comment.!! Kini saya dekat dengannya melalui perantara facebook. Dan kedekatan inilah yang membuat cowonya marah, cowonya tak tahu kalo saya hanya menjadi SO3. Lagi-lagi salah paham, dan masalah ini masih belum tuntas. Dengan ini, saya harapken, tidak ade, masalah gede, semua tuntes, dengan dame.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar