Kamis, 25 Maret 2010
Gubrakk.!! Denk..denk..denk..!! Sroott..csss...
"Grr..suara brisik apa itu.?", gumamku dalam hati tanpa ada misuh yang terucap dari mulut. Tenyata Itu rumah tetangga yang lagi di bangun, brisik amat. Coba saya anak ktua RT di sini. Itu ruma bakal saya bangun dalam waktu 1malam, dengan catatan pinjem jin yg ada d cerita Tangkuban Perahu :DD
Kiikuuk...kiikuuk..kik..kuk.. uda jam 3, ini jam mngingatkan klo ntar ada reunian anak2 SMP. Sebenerny saya pengeng bawa L 14 AR (jazz biru), tapi apa daya uda d pake emes duluan. Ya uda tepaksa cabut naik mobil ebes.
Perjalanan kali ini baik-baik saja, tidak ada cium tempel yang tertera pada mobil ebes. Jangankan baret, bayangan ku aja gg bakal nampak di tuh mobil. Maklum warnanya doff, bukan metalik.
Setela menempuh perjalanan tanpa tersesat, mampu memarkir mobil secara mulus tanpa keluar garis, dan ingat mengunci pintu mobil. Saya memasuki area shopping sebagaimana TP di ciptakan. Spontan saya bilang "Wedan cakk,tibakno mall'e nang kuto koyo ngene toh. Beda karo pasar maleme desoku" Dan anehnya lagi, banyak orang menertawaiku. Saya anggap itu sebagai wujud tanda WELCOME yang sering terjadi di Hawaii.Lebih tepatnya karpet WELCOME-nya terminal Joyobyo.
Hampir setibanya d food court, hp ku bebunyi. "Mok, kita gg jadi ke TP. Ank2 pd ingin nongkrong d Garlick Imam Bonjol" ,dengan santainya si Tika bilang seperti itu. Beda dengan yang ada di paragraf pertama, sekarang jurus seribu silat lidah pada keluar. Mulai dari anjink, tikus, asu, kerek, monyet, tokek, dan dinosaurus pun turut keluar. Aku mulai mual, TP serasa kebun binatang sekarang.
Singkat cerita . . . . . .
"Aloo mamenn.!!" teriakku dari lapangan parkir menyapa orang-orang yang ada di dalam. Dalam hitungan 2 detik, saya kira teman-teman yang ada akan membalas salam saya. Tapi nyatanya sunyi, kriik..krikk..krriik..
Dorrr.!! Dengan histeris saya berteriak, "aw..aww..aw..aaw..". Mirip teriakan gadis jembatan ancol yang sedang kecopetan. Gimana gg kaget coba, orang ngagetin kan biasanya nepuk pundak dan bilang dor. Tapi dia malah mukul kepala dan efek dari bertubrukannya dua benda yang keras (kepala vs tangan) menimbulkan suara DOR.
"Selamat Datang ... " sapa para waitress dengan senyum cemerlang ala PEPSODENT.
"Saya beli pancake original khas Blackbird dan ice cappucino andalan Blackbird" . Sontak banyak orang bingung akan apa yang kupilih ini, bukan bermaksud sombong karna mau beli yang termahal. Tapi saya gg bisa baca tuh daftar menu, yang geblek siapa coba.? Di aloh cuma ngasi daftar menu di meja saya, padahal saya mintanya di bacain sebagai dogeng welcome.
Stengah jam pertama berlalu, dan kita masih becanda tawa. 1 jam terlewati, dan makanan pun mulai berkurang. Stengah jam berikutya makanan habis dan minuman tinggal setengah. Kini sudah 2 jam, dan apa yang terjadi.? Nihil.... tak ada yang berkurang ataupun bertambah. Kita sengaja mempertahankan posisi ini. Genap sudah sekarang 3 jam terlewati, semua gelas dan piring bersih hingga ke sela-sela yang susah terjangkau oleh spon. "Saya suka meremas-remas". Dalam hati aku bertanya, "kenapa makan kaya gini aja lama.?" dan aku baru tahu jawabanya setelah membayar. Ternyata karena mahal, teman-teman ingin merasakannya, menikmatinya, mengincipinya, dan menghabisinya hingga titik jam Blackbird tutup.
Sepanjang jalan pulang, saya merasakan ada yang tak beres dengan bill ini. Dengan gugup saya memeriksa kembali apa yang ada di dalam 1lembar kertas pendek itu, dan hasilnya . . . . . . "kemurahen" (terlalu merah,beda dgn yg ada di menu). Waw..gimana gg senang coba klo untung hampir 50ribu. Tapi apa daya, karena saya badsicnya anak polos dan jujur. Hati nurani bergejolak untuk segera mengembalikan uang itu.
Terhitung 800m lagi lampu merah, dan saya mulai menghitung setiap garis pemisah jalan. hitungan petama untuk kembali, kedua untuk tidak, dst. CIIIITTT....saya behenti tepat di bawah lampu merah dan hasilnya tidak kembali. Tak habis akal saya berpikir, seolah mendapat petuah dari para penyebrang jalan. Saya segera mengjhitung jumlah garis zebra cross dan hasilnya ganjil. Berarti saya harus mengembalikan uang yang sesungguhnya bukan buat saya.
Sedikit lega setelah misi pengembalian uang itu sukses. Dan saya telah belajar banyak kebaikan hari ini. Rasanya hati nurani saya mulai terasah hinga mampu menusuk jantung, paru-paru, dan tenggorokan. 1 hari perasaan senang masi meliputi dan ada rasa untuk pamer, 3 hari sudah mulai terbiasa dan masi eksis pamer, dan 1 minggupun aku benar-benar lupa. Setidaknya sebelum hal itu yang menimpa saya.
2 minggu telah berlalu dan kita janjian untuk kumpul kembali, topik hari ini di buka dengan kata ..
Sheren : "ehh, tau gg tenyata kmaren itu kita dapat diskon"
Atik : "diskon ap an.?"
Sheren : "kmaren tnyata murah karena emg sengaja dikurangi harganya ma Ken*n"
Atik : "ummm.... (sambil nendang kaki Bhismo/saya)
Sheren : "loh kenapa, kok kalian bedua langsung suram gitu.?"
Atik : "jujur jujuran aja ya, kita sekarang blak-blakan"
Bhismo : "jadi kmaren uang nya uda kita balikin, karena kita tau bill nya salah"
Sheren : "hadoo...itu loh emang sengaja di potong buat kita"
Bhismo : "ya aku kan gg tauk. Kalo aku tau ya gg bakal ta balikin"
ternyata, pada akirnya, kesimpulannya, ending dari semua ini, uang yang kita baliikan bukan kelebihan uang dari kesalahan bill , melainkan emang ada unsur kesengajaan dari salah satu waitres yang mengurangi bill kita T^T
Jumat, 26 Maret 2010
Rabu, 24 Maret 2010
More, More, and More . . . Just for amore
Lagi-lagi begini, lagi lagi begitu, lagi lagi dan lagi, selalu saja seperti ini. Aku gg tau sebenernya diriku punya daya tarik seperti apa. Tapi jabatan Seperti Orang Ketiga (SO3) selalu melekat erat disamping jabatanku sebagai pelajar. Seorang anak kelas 2 SMA yang kurang beruntung dalam hal cinta (coba baca entry sebelumnya), namun selalu dapat jatah unuk menjadi SO3. Saya perjelas, SO3 yang saya maksud ini adalah sebuah peran yang terletak diantara teman – ..... – sahabat. Namun efek sampingnya saya dianggap sama si cowo dari cewe yang bersangkutan bahwa saya sebagai orang yang mempunyai rencana untuk ngerampas hati si cewe. Sekali lagi saya tekankan “Saya Tidak Mau Ngerebut Si Cewe”.
Mengingat diri di masa lampau, saat dinosaurus baru saja musnah dan aku menduduki kelas 2 SMP. Waktu itu terkenang saya baru saja lulus S1 dengan sarjana playboy, kenapa.? Ya karena sebagai pendatang baru yang udah punya cewe, saya mendapatkan jabatan SO3 bersama 3gadis dalam waktu kurang dari 1tahun. Masa keemasan yang takkan pernah terulang kembali. Dengan memegang teguh SO3, saya bisa melewati cewe pertama dan kedua dengan mulus tanpa ada konflik sosial dan kemajemukan. Namun perjalanan sempat terhambat pada cewe ketiga karena di balik wajah jomblonya, dia adalah gebetan dari temanku. Dan ujung-ujungnya saya ditendang jauh dari sebuah komunitas perkumpulan grup genk-nya anak-anak SMP.
Ketika duduk di kelas 3 dengan status perjaka jomblo. Saya mulai melepas gelar ke-playboy-an saya dan mulai melupakan jabatan SO3. Intinya lebih berhati-hati dalam memilih cewe, lebih selektif dalam berteman dengan cewe, dan menolak semua cinta dari mereka. Bukan bermaksud belagu, menyombongkan diri, atau sok cakep. Tapi lebih tepatnya karena status sosial membedakan kita. Aku cowo, mereka waria. Pada hukun Adam-hawa, e=m.c2 ,dan manusia masih berupa monyet. Jeruk makan jeruk itu tidak bisa, ntar yang ada 2 pedang saling bertubrukan. Dengan sikon seperti ini saya tepaksa hidup sebagai manusia biasa melewatkan sisa-sisa SMP hingga mendapatkan hasil UNAS 10 + 0.9 (bila di bagi 3). Padahal UNAS ada 4 mapel.
SMA kelas 1, petualangan cinta ku masih berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada hal yang bisa di banggakan. Cewek belum dapat, gebetan tak punya, S1 gelar Playboy tak terpakai, dan jabatan sebagai SO3 masih belum bisa saya dapatkan kembali. Tahun ini lebih suram dari tahun sebelumnya. Karena permintaan pasar (permointaan para cewe) mulai beralih ke cowo yang lebih tua. Sedangkan saya di sana adalah adik kelas yang masih muda imut dan polos. Dan hanya dengan mengedipkan mata, 1 tahun d SMA mampu aku lewati tanpa meninggalkan jejak cinta.
Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, kini saya mampu menjadi anak kelas 2 SMA yang memilih Ilmu Sosial sebagai kehidupan yang akan datang. Pada tahun ini juga mulai ada matahari yang menyinari gelapnya wajahku dan lambat-melambat saya bisa berdekatan dengan beberapa cewe. 6bulan telah berlalu dan saya sudah mengumpulkan 4orang cewe, 1jomblo dan sisanya punya orang. Tak habis pikir kenapa aku melakukan itu, ini kan kriminalitas akan perasaan.!? No Probs.!! Karna aku hanya menjadi SO3.
Cewe pertama yang aku dapatkan adalah tak lain sahabat dari SMP (At**), emang sih tak dapat di pungkiri dulu aku sempet suka ma dia. Tapi gg kesampaian, ini bertemu lagi. Visi misi awalku adalah mendapatkan hatinya, tapi karna dia sering putus-dapet baru. Ku ubah visi misi ini menjadi sahabat yang terbaik. Kini perasaan sayang yang kumiliki telah kualihkan menjadi rasa persahabatan.
Cewe Kedua, banyak memori tentang dia memenuhi otakku. Sombong atau tidak, aku cuma mau memamerkan dia adalah mantanku waktu smp kls 1 yang bertahan 1tahun 1bulan ++ (Og**). Dia ini udah punya cowo,cowo nya adalah sahabatku sendiri. Entah dapat perlindungan hukum cinta SO3 dari mana, yang pasti aku deket ma dia tidak ada yang ngelarang, marah, ataupun cemburu.
Cewe ketiga, sumber masalah. Aku ingat aku deket sama dia (Div**) karna aku pingin belajar dunia dewasa. Entah itu nongkrong di warung dangdut, mbaca majalah dewasa di perpustakaan kota, ngecengin cewe-cewe tua, dsb. Dia punya cowo yang super duper sangat very so galak tampangnya. Tapi omongan si Div** seolah2 memberiku perlindungan sebagai SO3. Dan pada akhirnya dia berkhianat, dia meminta pendapatku tentang cowonya. Otomatis saya menjawab jujur dengan harapan dia bisa menjaga rahasia. That’s my opinion, sak jujurku kate omong opo.!! Tapi dia malah memberitahu ke teman-teman apabila saya ini menjelek-jelekkan cowonya tanpa menunjukkan pertanyaan darinya. Dan endingnya dia mencariku, saya buronan dia polisi. saya telah mencoba bersembunyi dengan cara tidak keluar rumah. Tapi dia pintar, hanya dalam waktu 2hari dia mampu menemukan rumahku. Terlabraklah aku di depan rumah dan keluarga ku sendiri. Ini pelajaran, aku harus lebih teliti lagi dalam mendekati cewe. Karna tak semua orang bisa memberi perlindungan dan semua orang mampu berkhianat.
Cewe terakhir yang mengisi agenda ku adalah Fi**. Dia mantan “......” saat aku kelas 3SMP les di Primagam* Gayung Sari. Entah berapa tahun kami dekat, karna takadakata putus terucap dari mulut. Sejujurnya aku juga lupa gimana aku bisa ngedapetin dia, pacaran atau tidak aku juga gg tau. No Comment.!! Kini saya dekat dengannya melalui perantara facebook. Dan kedekatan inilah yang membuat cowonya marah, cowonya tak tahu kalo saya hanya menjadi SO3. Lagi-lagi salah paham, dan masalah ini masih belum tuntas. Dengan ini, saya harapken, tidak ade, masalah gede, semua tuntes, dengan dame.
Mengingat diri di masa lampau, saat dinosaurus baru saja musnah dan aku menduduki kelas 2 SMP. Waktu itu terkenang saya baru saja lulus S1 dengan sarjana playboy, kenapa.? Ya karena sebagai pendatang baru yang udah punya cewe, saya mendapatkan jabatan SO3 bersama 3gadis dalam waktu kurang dari 1tahun. Masa keemasan yang takkan pernah terulang kembali. Dengan memegang teguh SO3, saya bisa melewati cewe pertama dan kedua dengan mulus tanpa ada konflik sosial dan kemajemukan. Namun perjalanan sempat terhambat pada cewe ketiga karena di balik wajah jomblonya, dia adalah gebetan dari temanku. Dan ujung-ujungnya saya ditendang jauh dari sebuah komunitas perkumpulan grup genk-nya anak-anak SMP.
Ketika duduk di kelas 3 dengan status perjaka jomblo. Saya mulai melepas gelar ke-playboy-an saya dan mulai melupakan jabatan SO3. Intinya lebih berhati-hati dalam memilih cewe, lebih selektif dalam berteman dengan cewe, dan menolak semua cinta dari mereka. Bukan bermaksud belagu, menyombongkan diri, atau sok cakep. Tapi lebih tepatnya karena status sosial membedakan kita. Aku cowo, mereka waria. Pada hukun Adam-hawa, e=m.c2 ,dan manusia masih berupa monyet. Jeruk makan jeruk itu tidak bisa, ntar yang ada 2 pedang saling bertubrukan. Dengan sikon seperti ini saya tepaksa hidup sebagai manusia biasa melewatkan sisa-sisa SMP hingga mendapatkan hasil UNAS 10 + 0.9 (bila di bagi 3). Padahal UNAS ada 4 mapel.
SMA kelas 1, petualangan cinta ku masih berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada hal yang bisa di banggakan. Cewek belum dapat, gebetan tak punya, S1 gelar Playboy tak terpakai, dan jabatan sebagai SO3 masih belum bisa saya dapatkan kembali. Tahun ini lebih suram dari tahun sebelumnya. Karena permintaan pasar (permointaan para cewe) mulai beralih ke cowo yang lebih tua. Sedangkan saya di sana adalah adik kelas yang masih muda imut dan polos. Dan hanya dengan mengedipkan mata, 1 tahun d SMA mampu aku lewati tanpa meninggalkan jejak cinta.
Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, kini saya mampu menjadi anak kelas 2 SMA yang memilih Ilmu Sosial sebagai kehidupan yang akan datang. Pada tahun ini juga mulai ada matahari yang menyinari gelapnya wajahku dan lambat-melambat saya bisa berdekatan dengan beberapa cewe. 6bulan telah berlalu dan saya sudah mengumpulkan 4orang cewe, 1jomblo dan sisanya punya orang. Tak habis pikir kenapa aku melakukan itu, ini kan kriminalitas akan perasaan.!? No Probs.!! Karna aku hanya menjadi SO3.
Cewe pertama yang aku dapatkan adalah tak lain sahabat dari SMP (At**), emang sih tak dapat di pungkiri dulu aku sempet suka ma dia. Tapi gg kesampaian, ini bertemu lagi. Visi misi awalku adalah mendapatkan hatinya, tapi karna dia sering putus-dapet baru. Ku ubah visi misi ini menjadi sahabat yang terbaik. Kini perasaan sayang yang kumiliki telah kualihkan menjadi rasa persahabatan.
Cewe Kedua, banyak memori tentang dia memenuhi otakku. Sombong atau tidak, aku cuma mau memamerkan dia adalah mantanku waktu smp kls 1 yang bertahan 1tahun 1bulan ++ (Og**). Dia ini udah punya cowo,cowo nya adalah sahabatku sendiri. Entah dapat perlindungan hukum cinta SO3 dari mana, yang pasti aku deket ma dia tidak ada yang ngelarang, marah, ataupun cemburu.
Cewe ketiga, sumber masalah. Aku ingat aku deket sama dia (Div**) karna aku pingin belajar dunia dewasa. Entah itu nongkrong di warung dangdut, mbaca majalah dewasa di perpustakaan kota, ngecengin cewe-cewe tua, dsb. Dia punya cowo yang super duper sangat very so galak tampangnya. Tapi omongan si Div** seolah2 memberiku perlindungan sebagai SO3. Dan pada akhirnya dia berkhianat, dia meminta pendapatku tentang cowonya. Otomatis saya menjawab jujur dengan harapan dia bisa menjaga rahasia. That’s my opinion, sak jujurku kate omong opo.!! Tapi dia malah memberitahu ke teman-teman apabila saya ini menjelek-jelekkan cowonya tanpa menunjukkan pertanyaan darinya. Dan endingnya dia mencariku, saya buronan dia polisi. saya telah mencoba bersembunyi dengan cara tidak keluar rumah. Tapi dia pintar, hanya dalam waktu 2hari dia mampu menemukan rumahku. Terlabraklah aku di depan rumah dan keluarga ku sendiri. Ini pelajaran, aku harus lebih teliti lagi dalam mendekati cewe. Karna tak semua orang bisa memberi perlindungan dan semua orang mampu berkhianat.
Cewe terakhir yang mengisi agenda ku adalah Fi**. Dia mantan “......” saat aku kelas 3SMP les di Primagam* Gayung Sari. Entah berapa tahun kami dekat, karna takadakata putus terucap dari mulut. Sejujurnya aku juga lupa gimana aku bisa ngedapetin dia, pacaran atau tidak aku juga gg tau. No Comment.!! Kini saya dekat dengannya melalui perantara facebook. Dan kedekatan inilah yang membuat cowonya marah, cowonya tak tahu kalo saya hanya menjadi SO3. Lagi-lagi salah paham, dan masalah ini masih belum tuntas. Dengan ini, saya harapken, tidak ade, masalah gede, semua tuntes, dengan dame.
Langganan:
Komentar (Atom)