Laman

Jumat, 08 Oktober 2010

LAAP LEEP "LOOP"

Setelah kita pergi ngeliad Sean Kingstone, kini cerita berlanjut dengan acara jalan ke LOOP. Salah satu tempat nongkrong mahal yang ada di Surabaya. Lihat aja yang dijual, gg ada makanan Indonesia satupun. Di sana terlalu menjamur, seperti Chinese Food, Italian Food, Arabian Food, dan Europe Food. Namanya juga orang lokal, kalo ngedenger makanan luar (meski yg masak orang Indo juga) rasanya ngiler sakarepe dewe. Kali ini kita (aku, Icha, Nattaya, Nesa) memilih Arabian Food di Sahara.

Vanessa Cassera, dia anggota baru malam ini. Dia cantik, tinggi, putih, rambut panjang, poni nyamping, ada gigi nyusul (gingsul). Pokonya barang bagus banget, dan yang pasti jomblo ^^. Yang bikin hebatnya lagi, dia udah bela-belain bolos les biar bisa jalan sama saya. Aw..aw..aw..ke GR an banget saya.

Singkat cerita mulai dari jam 5 saya sudah siap menjemput mereka bertiga. Dan super..duperr..luar biasanya jam setengah 6 saya merasa ngantuk. Maklum pulang sekolah jam 3, dan kita janjian jam 6. Sopir kan juga butuh istirahat. Sekitar jam 06.12 saya tiba di Plasa Mari** menjemput Icha dan Nattaya dan dari situ kita lajut ke Margorejo Indah.

Ini ada beberapa cuplikan pembicaraan saya dengan satpam perumahan
Bhismo : Pak, mau tanya. Rumah nomer 172 dimana.?
Satpam Muda : *diam* .........
Satpam Tua : *dengan logat bijaksananya* Ya ngga ada rumah nomor segitu
Satpam Muda : *ngempet ktawa sampe giginya hampir kliatan*
Bhismo : Lohh...ngga ada ya.? Tapi rumah temen saya disini
Satpam Tua : Yaudah, namanya saja..
Bhismo : Hmm...Vanessa Casera. Yang tinggal sama oma-oma
Satpam Tua :*masih dengan logat bijaksananya* Meski saya tua, saya bukan opa-opa
Satpam Muda : *gigi kelincinya mulai mengintip*
Bhismo : Bukan bapak, tapi dia *tangan sudah mengepal siap mendarat dipipi*
Satpam Tua : Yaudah, silahkan lewat.
Satpam Muda : *kini tertawa ngelihat partner tulinya bicara*
Dan endingnya saya harus muteri perumahan itu dari sudut ke sudut, gank ke gank, dan jalan tikus sekalipun untuk mencari pemilik mobil APV.

Teknologi sekarang serba canggih, meski hanya berbekalkan hape N97. Kenapa gg kita coba kontak Nesa lewat bbm.? Maksutnya ya pake bbm teman. Ternyata nyari rumah tuh anak gg susah, cari aja rumah yang berhadapan langsung dengan taman tanpa lampu.


................setibanya di Loop.........................

Gag nyangka banget kalo sekeluar dari mobil semua mata tertuju pada saya. Seorang pria pendek hitam yang takkan pernah dilirik sama nenek-nenek sekalipun, mampu membawa 3malaikat SMA jalan ditempat ini. CONGRATULATION.
Awalnya kita canggung. Coba aja perhatikan langkah saya yang berada di depan mereka, mirip Topeng Monyet. Dan mereka bertiga yang berada di belakang adalah Drum band yang mengiringi saya dengan lagu Tokek Belang.

Tau kan kalo anak SMA pergi kesini itu apa yang dicari, ya SISHA. Rokok yang berasal dari arab dengan segala bentuk keanehanya dan desas-desus penyakit yang gg jelas. Tapi kita loh cuek. Sisha kita malam ini rasa anggur. Kenapa anggur.? Karena 3 di antara kita (aku, Nesa, Icha) pada suka warna ungu.
Bisa dibilang yang senior disini adalah aku dan Icha, karena kita sering ngehirup benda ini. Dan Nesa serta Nataya adalah korban kita. Namanya juga cewe yang anti banget dengan rokok. Pasti mereka ogah-ogahan ngehirupnya. Yahh, paling nggag setan momok berhasil biki mereka ngincipin sisha.

Beda dengan mereka berdua, Icha nampak menikmati banget. Jujur saya bengong sampe dagu beriler dan baju basah kuyup memandang bibir Icha. Mulai dari dia menghisap, berkumur dengan asap, dan meniupkan kembali. Eksotis - seksi - keren, mirip cerobong asap kereta api.

Gg kerasa waktu sirik sama kita, yang tadinya jam 8 sekarang sudah hampir jam 10. Dan kita terpaksa pulang. Yang aku pikirkan adalah pulang, cuci muka, dan tidur. Tapi aku lupa.!! aku masih d booking jadi sopir sewaan dan harung mengantarkan dengan rute Margorejo - Kutisari - Rungkut - Ketintang.


Senin, 04 Oktober 2010

SEAN KINGSTON (02/02)

...............lanjutan dari SEAN KINGSTON (01/02)......................

Keringat dingin bercucuran, otak tak kuasa memikirkan alibi-alibi. Dan anehnya Icha yang rumah di rungkut bisa sampai duluan. Sok-sok jadi detektif, aku kumpulkan semua perasaan yang ada. Ternyata Icha berangkat dari rumah nenek yang ada di Darmo.

Belum masuk Grand City. Tapi ini badan udah shock melihat gemerlap lampu penerangan, security-security yang ada, dan SPG rokok L.A. Lights. Mendengar namanya aja udah membayangkan hal-hal yang aneh, apalagi bertemu mereka. Mulut pasti monyong-monyong sendiri pingin menikmati (rokok maksutnya). Dan kabar baiknya, tiket yang kami beli nantinya akan ditukarkan dengan melewati gerbang Convention Hall dan 1bungkus LA Lights Menthol.

*perbincangan dalam telpon*
Bhismo: Halo, nat kamu dimana.?
Nattaya: Di dalam kak. Kakak kalo sampe, parkir d basement. Langsung ke lobby.
Bhismo: Ok, sipp tunggu ya.
Habis markir mobil, bergegas aku lari ke atas. Dan disini ada 2lobby, kalau bonda-bandi pasti kelamaan, apalagi pakai tanya Jelangkung. Alhasil mau gg mau yang paling ramai itu yang aku pilih. Udah bela-belain antri lama dan silau karna sinar bulan ternyata pas masuk malah ketemu
Sarah Sechan dan Titi Sjuman. Lah mereka kan juri IMB, ya ampun saya salah masuk gedung.

Pas, tepat waktu, gg kurang gg lebih, waktu aku dateng nemuin Icha dan Nattaya. Ceremony open gate dimulai. Dari belakang ada orang nyodorin tanganya, "kenalkan saya Nani, anak dari teman mamanya Nattaya." Ya ampun, si Nani ini berperawakan bongsor, mengenakan kaos agak kebesaran, celana panjang lebar, dan sepatu Adidas Running. Aku cuma bisa mbatin "pasti dia SK banget,dandananya mirip. Cuma gg gosong aja."

Acara dimulai jam 9. Dari jam 9 sampai setengah 11 itu perform DJ. jam setengah 11 sampe hampir pergantian hari ada perform dari band Blowfish. Jam 12 sampe setengah 1 kembali lagi perform DJ. Dan saat yang ditunggu-tunggu tiba. Tepatnya setengah 1 lebih sedikit, kru dari Sean Kingston sedang check sound. baru juga ngecek suara, aura para penonton sudah tak dapat dikendalikan. Brutal, binal, rasis, dan ............








UNDER CONSTRUCTION