Berawal dari sebuah Social Networking yang lagi trend dengan gambar bur*ngnya (twitter). Si @nattalexa tweet-tweet-an sama @chaanophe. Mereka asik ngomongin tentang event Blow*ish yang katanya mau mendatangkan penyanyi kondang(an) dari Amerika sana, Sean Kingston (SK), ia berperawakan overweight gemuknya, hitam pekat, dan keris-matic (charissmatic). Gatau gimana jelasnya, karena saya orangnya suka nimbrung (lebih tepatnya mengganggu) tweet orang. Angin sedap pun menjemput saya, menghantarkan kepergian seorang pria jomblo kepada kehidupan malam. In fact I feel speechless at that time, isn't thingking about sexy women who will come to me (and maybe will be seduce me), but I'm thingking about "saget gg yo tuku tiket'e"
Semalaman suntuk saya mikir bagaimana caranya agar bisa bilang ke papa. Mulai dari saat makan bersama, saya naik meja dan teriak pingin liad SK. Atau waktu papa akan pergi kerja, saya menangis di depan pagar. Dan hal terakhir yang saya pikirkan adalah bilang ke adik, dengan harpan adik bilang ke mama, dan informasi itu bocor ke papa. LUPAKAN.!! Terlalu bertele-tele, lebih baik bilang langsung saja ke papa. Bagai Aceh yang disambut Tsunami, papa langsung ngijinin dengan catatan waktu itu belum ngasi uang. Terpaksa deh pakai uang tabungan dulu.
Seminggu menjelang hari H (25.09.10)
@mow2_ (saya) @chaanophe (icha) dan @nattalexa (nattaya) pada ribut di tweet tentang cara berpakaian yang benar. Kita semua takut salah pakai alat penutup aurat saat nonton SK. Entah itu terlalu mencolok layaknya babydoll, roll rambut, masker, dan kawan2nya. Awalnya mau pakai (untuk cewe) mini dress dan heels, tapi ini kan berdiri. Jadi si heels terpaksa di coret dari daftar dan diganti sandal trepes. yang namanya cewe, slalu aja ada alasan untuk bilang dirinya kurang menarik. Mereka pada berdebat tentang baju-baju. Yang pasti harapan sapa pergi dengan cewe-cewe sexy mantap nan aduhai pupus deh T^T . Saya hanya diam dan bertekad "ntar pake clana panjang, converse, dan baju yang bisa nyala aja" I think the people will see my FACE of T-Shirt
Namanya juga saya cowo, selain ingin merasa lebih dekat dengan (teman) wanita. Menjemput adalah tugas mulia yang harus saya emban. Dimulai dengan menelpon Icha, berharap aja
ia kena hipnotis saya dan mau dijemput. Ternyata benar, suatu tindakan yang dilakukan dengan pikiran buruk tidak akan pernah berjalan mulus layaknya jalan tol. Bukannya mbak-mbak mailbox yang ngangkat, tapi malah gg ada nada sambung sama sekali. Belum sempet ngobrol sama Icha, si Nattaya udah sms "kak,dimana.? aku sampe cepet kesini" . Nyantai ajalah, rumahku (ketintang) - Grand City kan deket. Gag ada 299detik, Nattaya sms lagi "kakak dmana seh.? Icha loh uda sampe"
Keringat dingin bercucuran, otak tak kuasa memikirkan alibi-alibi. Dan anehnya Icha yang bertinggal tempat di rungkut bisa sampai duluan. Sok-sok jadi detektif, saya kumpulkan semua perasaan yang ada. Ternyata, eh ternyata, Icha berangkat dari rumah nenek-nya yang berada di daerah Darmo.
B E R S A M B U N G ! !
next : SEAN KINGSTON (02/02)
Senin, 27 September 2010
Langganan:
Komentar (Atom)